BANJAR. LingkarJabar – Spanduk aksi protes warga Dusun Cipariuk, Desa Neglasari, Kota Banjar, bertuliskan “Bapak Aing” dan “Tak Berdaya” mencuri perhatian para pengguna jalan yang melintas. Spanduk yang dipasang di sepanjang jalan rusak tersebut menjadi simbol keresahan warga terhadap pemerintah kota yang dinilai tidak peduli dengan kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Spanduk yang kreatif dan menyentuh tersebut membuat banyak pengendara berhenti sejenak, mengabadikan momen, bahkan membagikannya di media sosial. Warga berharap pesan protes itu dapat mengundang perhatian pemerintah, baik kota maupun provinsi, untuk segera memperbaiki jalan yang rusak parah.
Spanduk “Bapak Aing” merujuk pada sapaan khas yang identik dengan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif dalam menanggapi keluhan warga. Sementara “Tak Berdaya” adalah sindiran langsung terhadap jargon kampanye pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar, Sudarsono dan Supriana, yang dinilai tidak mampu memberikan solusi nyata bagi warga Dusun Cipariuk.
“Ini spontanitas. Kenapa ‘Bapak Aing’? Karena kami berharap Kang Dedi Mulyadi bisa melihat atau mendengar keresahan kami lewat media sosial, televisi, atau pemberitaan. Termasuk kata ‘Tak Berdaya’ itu sindiran karena tidak ada dampak nyata dari Pemkot. Kami bahkan menamai jalan ini sebagai ‘Jalan Tak Berdaya’ sesuai jargon mereka,” ujar Erwin, perwakilan pemuda Karang Taruna Desa Neglasari, pada Rabu 14 Mei 2025.
Erwin mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang rusak parah dan kerap menyebabkan kecelakaan. “Kami sebagai pemuda tidak bisa menutup mata. Jalan ini rusak parah dan sering menyebabkan kecelakaan. Kami berharap pemerintah kota segera bertindak,” tegasnya.
Jeritan Warga: ‘Bapak Aing Kadieu’
Selain spanduk “Bapak Aing” dan “Tak Berdaya,” warga juga memasang tulisan “Bapak Aing Kadieu” (Bapak Kami Ke Sini). Tulisan tersebut menggambarkan harapan warga agar Gubernur Jawa Barat turun langsung meninjau kondisi jalan yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah kota.
“Terus kami harus berharap kepada siapa lagi? Pemkot melalui dinas terkait terkesan tidak mendengar. Sekarang kami hanya berharap Bapak Aing (Kang Dedi Mulyadi) turun langsung meninjau jalan ini, karena Pemkot sudah ‘Tak Berdaya’,” pungkas Erwin penuh harap.
Aksi protes warga Cipariuk tersebut mendapatkan dukungan luas dari masyarakat yang melintas. Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki jalan demi kenyamanan dan keselamatan warga setempat. (Joe)






