Berita  

PDAM Kota Banjar Luncurkan Program Pemutihan Tunggakan untuk Pelanggan Nonaktif

PDAM Kota Banjar Luncurkan Program Pemutihan Tunggakan untuk Pelanggan Nonaktif. Foto: joe/LJ

BANJAR. LingkarJabar – PDAM Kota Banjar resmi meluncurkan program pemutihan tunggakan bagi pelanggan nonaktif dalam upaya membantu mereka kembali menjadi pelanggan aktif. Sosialisasi program ini berlangsung pada Rabu 28 Mei 2025 di Aula Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat.

Program ini dirancang untuk meringankan beban pelanggan yang memiliki tunggakan pembayaran air. Melalui program pemutihan, pelanggan nonaktif diberikan kesempatan untuk melunasi tunggakan hanya selama tiga bulan terakhir tanpa dikenakan denda maupun biaya tambahan lainnya.

“Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait manfaat dan mekanisme program pemutihan tunggakan yang kami tawarkan,” ujar Kepala Bagian Umum PDAM Kota Banjar, Tato Hendarto.

Program ini menyasar sekitar 3.500 pelanggan nonaktif di seluruh Kota Banjar, termasuk 851 pelanggan yang berada di wilayah Kecamatan Banjar. Melalui inisiatif ini, diharapkan para pelanggan dapat memanfaatkan kesempatan untuk menyelesaikan tunggakan dan mengaktifkan kembali layanan air mereka.

Tato menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar tagihan secara teratur. “Dengan program ini, kami berharap pelanggan bisa memperbaiki status keanggotaannya dan mendapatkan kembali manfaat dari layanan air bersih yang lebih optimal,” jelasnya.

Adapun manfaat dari mengikuti program pemutihan tunggakan ini antara lain: mengurangi beban pembayaran air yang menumpuk, membuka kesempatan untuk kembali menjadi pelanggan aktif, serta mendorong keteraturan dalam pembayaran tagihan air ke depan. Selain itu, hal ini juga berdampak positif pada peningkatan kualitas layanan air di Kota Banjar.

“Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari program ini. Yang paling penting, pelanggan tidak perlu lagi merasa terbebani oleh tunggakan lama mereka,” tutup Tato. (Joe)