Berita  

Pangandaran Jadi Daerah Paling Parah Terdampak Banjir 2025 di Jabar, DKPP Salurkan 147 Ton Beras

PANGANDARAN. LingkarJabar – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat menyebut Kabupaten Pangandaran sebagai wilayah terdampak banjir terparah sepanjang tahun 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Jabar, Nenny Fasyaini, saat penyaluran bantuan beras secara simbolis di Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu 28 Mei 2025.

“Untuk tahun ini, Kabupaten Pangandaran menjadi wilayah paling terdampak bencana, khususnya banjir. Kalau beberapa tahun lalu, bencana gempa di Cianjur yang paling parah,” ujar Nenny kepada sejumlah wartawan.

DKPP Jabar mencatat, bencana alam yang terjadi di Pangandaran sepanjang 2025 lebih parah dibandingkan daerah lain seperti Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Menindaklanjuti hal tersebut, DKPP menyalurkan bantuan berupa 147.420 kilogram beras kepada warga terdampak di delapan desa yang tersebar di tiga kecamatan: Padaherang, Kalipucang, dan Cimerak.

“Bantuan ini disalurkan secara bertahap. Untuk tahap pertama, sebanyak 16.380 warga menerima bantuan beras,” tambah Nenny.

Delapan desa penerima bantuan antara lain Desa Paledah, Maruyungsari, Sukanegara, Banjarharja, Tunggilis, Pamotan, Kalipucang, dan Legokjawa.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyambut baik bantuan dari pemerintah provinsi ini. Ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian DKPP Jabar terhadap warganya yang sedang dilanda kesulitan akibat banjir.

“Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Meski baru mencakup delapan desa, ini sangat meringankan beban masyarakat,” kata Citra.

Bencana banjir yang melanda area persawahan dan pemukiman warga di Pangandaran sejak awal tahun telah menyebabkan kerugian besar dan memengaruhi ketahanan pangan di wilayah tersebut. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan provinsi untuk mengatasi dampaknya. (**)