Berita  

Jetski Terbalik di Pantai Bupalo Sukabumi, Turis Arab Saudi Meninggal Dunia

Jetski Terbalik di Pantai Bupalo Sukabumi, Turis Arab Saudi Meninggal Dunia. Foto: doc. TBnews Polda Jabar/LJ

SUKABUMI, LingkarJabar – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Sukabumi bergerak cepat menangani insiden kecelakaan laut yang melibatkan wahana jetski di Pantai Bupalo, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (5/1/2026). Peristiwa tragis tersebut menyebabkan seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal Arab Saudi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

Pasca-kejadian, kepolisian langsung memfokuskan penyelidikan pada penerapan prosedur keselamatan serta kelayakan teknis wahana jetski yang digunakan saat insiden berlangsung.

Begitu menerima laporan adanya jetski terbalik di tengah laut, personel Satpolairud Polres Sukabumi segera melakukan koordinasi untuk proses evakuasi. Namun, tingginya gelombang di perairan Pantai Bupalo menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan kedua korban.

Kasat Satpolairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, mengatakan kedua korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Palabuhanratu guna mendapatkan penanganan medis darurat. Korban laki-laki berinisial AHR (39) dinyatakan meninggal dunia akibat luka robek serius di bagian kepala. Sementara itu, korban perempuan bernama Siti Maryam (41) hingga kini masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.

“Kami masih mendalami kronologi kejadian, termasuk bagaimana jetski tersebut bisa kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik,” ujar Dadi seperti yang dilansir dari laman TBnews Polda Jabar, Selasa 06 Januari 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, kecelakaan diduga kuat dipicu oleh hantaman ombak besar yang menyebabkan benturan keras terhadap korban. Kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Fokus kami saat ini adalah menelusuri seluruh faktor penyebab kecelakaan, mulai dari kondisi teknis wahana jetski hingga penerapan prosedur keselamatan oleh pihak pengelola,” tegasnya.

Menyikapi insiden maut tersebut, Satpolairud Polres Sukabumi mengeluarkan peringatan keras kepada pengelola wisata bahari serta wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir Palabuhanratu. Kepolisian menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi cuaca dan gelombang laut tidak bersahabat.

“Kami mengimbau agar seluruh pihak tidak mengabaikan standar keselamatan. Saat cuaca buruk atau gelombang tinggi, penggunaan wahana laut harus diawasi secara ketat dan sesuai dengan standar operasional prosedur,” pungkasnya. (*)