PANGANDARAN. LingkarJabar — Sebuah jembatan vital di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, yang selama ini menjadi akses utama warga, nelayan, pelajar, hingga wisatawan, kini hanya tinggal cerita. Jembatan yang juga berfungsi sebagai jalur evakuasi saat terjadi bencana itu telah rusak selama dua tahun tanpa penanganan dari pihak terkait.
Kondisi ini disampaikan oleh salah satu warga setempat, Kang Omba, saat dimintai keterangan. Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran sangat penting dalam aktivitas ekonomi dan keselamatan warga. “
Jembatan itu akses utama, terutama untuk evakuasi jika terjadi bencana. Tapi sudah dua tahun rusak dan dibiarkan begitu saja,” tegas Omba.
Lebih lanjut, Omba mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan diduga akibat kesalahan dalam perencanaan konstruksi.
“Sejak awal jembatan terlihat melengkung. Struktur seperti itu jelas berbahaya jika tetap digunakan. Maka warga sepakat menutup dan merobohkannya demi keselamatan,” jelasnya.
Omba juga menyoroti bahwa tanggung jawab perbaikan jembatan tersebut bukan berada di bawah Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran, melainkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Kami sudah menginformasikan hal ini ke Dinas Kelautan Pangandaran, tapi hingga kini belum ada tindakan. Datang ke lokasi saja belum pernah,” ujar Omba dengan nada kecewa.
Akibat rusaknya jembatan, warga kini terpaksa memutar sejauh dua hingga tiga kilometer untuk beraktivitas, termasuk pelajar dan nelayan yang hendak menuju laut.
Warga Babakan berharap ada perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun pusat. “Kami sangat berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan segera memperbaiki jembatan ini. Ini bukan sekadar soal akses, tapi juga soal keselamatan,” pungkas Omba. (Ntang)






