SUKABUMI, Lingkar Jabar — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, setelah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, memicu bencana tanah longsor yang menutup akses jalan lingkungan alternatif penghubung Desa Kalaparea dan Desa Babakan Panjang.
Longsor terjadi tepatnya di wilayah RT 03/RW 09, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Material tanah longsoran menutup badan jalan sehingga untuk sementara akses kendaraan maupun aktivitas masyarakat di jalur tersebut tidak dapat dilalui.
Kepala Dusun Kalaparea, Ujang Rustadi, mengatakan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
“Diperkirakan kejadian sekitar pukul 5 sore. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan tanah longsor dan menutup badan jalan, sehingga untuk sementara jalan tidak bisa dilalui,” ujar Ujang.
Pasca kejadian, warga bersama unsur pemerintah setempat langsung melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi tanah di sekitar lokasi.
Ujang menambahkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak serta BPBD Kabupaten Sukabumi guna memastikan penanganan longsor dapat segera dilakukan.
“Kami bersama masyarakat masih bergotong royong membersihkan material longsoran. Kami juga terus berkoordinasi dengan P2BK Kecamatan Nagrak dan BPBD Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Masyarakat yang biasa menggunakan jalur tersebut diimbau untuk sementara mencari akses alternatif hingga proses pembersihan material longsoran selesai dan kondisi jalan dinyatakan aman untuk dilalui kembali.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor, menyusul perubahan cuaca dan tingginya intensitas hujan setelah periode kemarau yang cukup panjang.






