DPRD Kota Banjar Lakukan Sidak ke Puskesmas Banjar 2 Pasca Kasus Ambulans Viral

BANJAR, LingkarJabar  – DPRD Kota Banjar melalui Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan sekaligus inspeksi mendadak (sidak) ke BLUD UPTD Puskesmas Banjar 2, pada Selasa 30 September 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan petugas kesehatan pasca peristiwa peminjaman ambulans yang sempat viral pada 25 September 2025 di wilayah Kecamatan Banjar, Jawa Barat.

Ketua Komisi II DPRD Kota Banjar, Rosi Hernawati, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif. Selain itu, pihaknya ingin mengetahui secara langsung penerapan sistem pelayanan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) di Puskesmas Banjar 2 yang sempat menuai keluhan masyarakat.

“Selain kunjungan ke Dinas Kesehatan, kami juga melakukan sidak ke Puskesmas Banjar 2 pasca peristiwa viral tersebut. Kami perlu mengetahui bagaimana sistem pelayanan yang selama ini banyak dikeluhkan warga,” ujar Rosi kepada awak media.

Rosi mengakui bahwa secara umum pelayanan kesehatan di Kota Banjar sudah menunjukkan peningkatan, terutama dengan adanya sistem fasilitasi berbasis digital di berbagai puskesmas. Namun, ia menilai masih ada beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi, terutama dalam hal komunikasi dan koordinasi pelayanan.

“Pelayanan kesehatan sebenarnya sudah cukup bagus, hanya saja masih ada miskomunikasi yang tidak berjalan. Kami tekankan agar pelayanan terus ditingkatkan, jangan puas dengan yang sudah ada, dan jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali,” tegasnya.

Ia menambahkan, peristiwa viral terkait ambulans harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jajaran tenaga kesehatan agar lebih responsif dan mengutamakan kebutuhan masyarakat.

Komisi II DPRD Banjar juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan serta mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Banjar.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat kembali meningkat, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi.