BOGOR, LingkarJabar – Polemik terkait aksi demonstrasi warga Kecamatan Cigombong terhadap pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin memanas. Hal ini dipicu oleh pemberitaan di salah satu media online dan tagline sebuah televisi swasta milik MNC yang menyebutkan bahwa “Peristiwa Demo Lido Disinyalir Sarat Provokasi dan Iming-iming Uang.” Menanggapi hal tersebut, Penasehat Forum Keluarga Besar Lido (FKBL), Ade Yusuf Hidayat, angkat bicara.
Ade Yusuf menegaskan bahwa aksi demonstrasi tersebut adalah murni aspirasi warga Cigombong yang prihatin terhadap dampak pembangunan KEK MNC Lido, khususnya kerusakan Danau Lido. Ia membantah keras tudingan bahwa aksi tersebut dilakukan karena iming-iming uang atau adanya provokasi pihak tertentu.
“Saya sebagai bagian dari FKBL sangat menyayangkan pemberitaan di media online dan tagline televisi tersebut. Pernyataan bahwa demo warga Cigombong sarat provokasi dan iming-iming uang tidak benar. Itu adalah fitnah yang berpotensi memecah belah perjuangan masyarakat. Para pendemo turun atas kemauan sendiri, bukan karena dibayar,” ujar Ade Yusuf saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (24/12/2024).
Menurut Ade Yusuf, aksi demo warga merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan manajemen KEK MNC Lido yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat setempat. Selain itu, kerusakan Danau Lido yang menjadi ikon kebanggaan warga Cigombong turut memicu kemarahan masyarakat.
“Danau Lido dulu adalah kebanggaan kami, airnya jernih dan dalamnya lebih dari 10 meter. Sekarang, airnya keruh dan kedalamannya hanya sekitar 1 meter. Bahkan, salah satu pulau yang dulu menjadi tempat kami berkumpul sekarang sudah hilang,” katanya.
Ade juga menyoroti klaim pihak KEK MNC yang menyebut mereka secara proaktif merawat Danau Lido. “Kami hanya bisa tersenyum mendengar klaim itu, karena faktanya jauh dari harapan. Kerusakan Danau Lido justru semakin parah,” tambahnya.
FKBL: Perjuangan untuk Masa Depan Warga
FKBL yang telah berdiri lebih dari 20 tahun merupakan wadah musyawarah warga Lido yang sejak lama peduli terhadap kondisi Danau Lido. Ade Yusuf menegaskan bahwa FKBL mendukung aksi demo sebagai bentuk solidaritas terhadap kepentingan bersama warga Cigombong.
“Forum ini lahir jauh sebelum adanya MNC Lido, bahkan sebelum Group Bakrie menjadi investor. Kami tahu betul kondisi Danau Lido dari dulu hingga sekarang. Maka, wajar jika kami kecewa dan ikut berjuang bersama masyarakat,” ujarnya.
Ade juga menepis tuduhan bahwa Musyawarah Besar (Mubes) Forum Musyawarah Masyarakat Cigombong (FMMC) baru-baru ini didasari iming-iming uang. Menurutnya, Mubes diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat untuk memperjuangkan hak dan kepentingan warga Cigombong secara kolektif.
“Tidak ada iming-iming uang dalam Mubes maupun aksi demo. Semua dilakukan atas kesadaran warga untuk masa depan Cigombong, terutama untuk generasi muda dan anak-anak kita,” tegasnya.
Seruan untuk Media agar Objektif
Ade Yusuf berharap media, baik cetak maupun elektronik, dapat lebih objektif dalam menyajikan berita. Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang menyebarkan informasi yang tidak benar karena dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Berita seperti ini menodai perjuangan warga Cigombong. Kami berharap media dapat memberitakan fakta yang sebenarnya demi menjaga harmoni dan keadilan,” pungkasnya. (Iy/red)






