Berita  

Desa Kujangsari Dorong Ketahanan Pangan Lewat Program Inovatif Pemeliharaan Kambing dan Eduwisata

Desa Kujangsari Dorong Ketahanan Pangan Lewat Program Inovatif Pemeliharaan Kambing dan Eduwisata. Foto: Joe/LJ

BANJAR. LingkarJabar – Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, terus berinovasi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu program unggulan yang tengah dijalankan adalah pemeliharaan kambing berbasis kelompok masyarakat, yang dikembangkan bersamaan dengan konsep eduwisata dan pelestarian budaya lokal.

Program yang mulai dirintis sejak tahun 2023 ini melibatkan empat kelompok masyarakat yang fokus pada peternakan kambing. Kepala Desa Kujangsari, A. Mujahid, S.Ag., mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, jumlah kelompok telah meningkat menjadi delapan, menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif warga.

“Awalnya kami memulai dengan empat kelompok, kini sudah menjadi delapan. Masing-masing kelompok memelihara sepuluh ekor kambing. Saat ini total sudah ada 140 ekor kambing hasil pengembangbiakan dari 80 ekor sebelumnya,” ujarnya saat diwawancara media, Rabu 18 Juni 2025.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mengusung nilai edukasi dan pariwisata. Wisatawan yang berkunjung dapat merasakan langsung pengalaman melihat proses pemeliharaan kambing sekaligus belajar tentang budaya dan kearifan lokal.

“Edukasi wisata ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai pelestarian budaya dan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Harapan kami, Desa Kujangsari bisa tumbuh menjadi desa mandiri yang maju secara ekonomi dan sosial,” tambah Mujahid.

Selain menjadi destinasi wisata, program ini juga dikelola secara sistematis dengan skema pembagian hasil yang adil, yakni 60 persen untuk masyarakat dan 40 persen untuk desa. Pengelolaan ke depan akan diperkuat melalui unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya untuk usaha peternakan kambing pedaging. Saat ini, tercatat sebanyak 55 ekor kambing akan dikelola secara profesional oleh BUMDes.

Pengembangan unit usaha ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat, terutama mereka yang selama ini belum memiliki pekerjaan tetap.

“Kami ingin menjadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa, sekaligus memastikan program ini berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Dengan tren positif yang ditunjukkan, Desa Kujangsari berharap program pemeliharaan kambing ini bisa menjadi model nasional dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas dan inovasi desa. (Joe)