Dalijo Perkuat Komunikasi dengan Konstituen Lewat Reses DPRD Kota Banjar

Dalijo Perkuat Komunikasi dengan Konstituen Lewat Reses DPRD Kota Banjar. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Keluhan banjir yang tak kunjung teratasi dan jalan rusak yang semakin parah kembali mencuat dalam reses anggota DPRD Kota Banjar, Dalijo dari Fraksi PDI Perjuangan, Senin 25 Agustus 2025.

Warga Mekarsari dan Mekarharja berharap, aspirasi yang sudah berulang kali disampaikan ini tidak hanya sekadar dicatat, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk perbaikan infrastruktur.

Dalam reses masa persidangan I tahun sidang 2025–2026 itu, masyarakat secara terbuka menyampaikan keresahan mereka. Salah satunya adalah persoalan luapan saluran pembuangan di Lingkungan Sumading Wetan, Blok Pasundan, Kelurahan Mekarsari, yang kerap menimbulkan banjir saat musim penghujan.

Lischar, warga RW 20 Blok Pasundan, menuturkan banjir telah menjadi langganan setiap tahun. Dengan demikian dia memohon kepada wakil rakyat untuk memperhatikan lingkungannya yang kerap banjir akibat luapan air dari saluran pembuangan.

“Kondisi itu sangat mengganggu aktivitas warga, jadi saya mohon pak Dalijo untuk segera memperhatikannya,” ujarnya.

Selain banjir, warga Desa Mekarharja juga menyoroti kondisi jalan yang semakin rusak. Endin, salah seorang warga, mengungkapkan kerusakan tersebut sudah mengganggu akses masyarakat.

“Jalan di wilayah kami sudah rusak parah. Semoga aspirasi kami dapat diteruskan oleh Bapak Dewan,” harapnya.

Menanggapi keluhan itu, Dalijo menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui jalur resmi DPRD.

“Permasalahan banjir maupun jalan rusak ini akan kami kawal agar segera mendapat tindak lanjut dari pemerintah daerah. Aspirasi masyarakat menjadi prioritas kami,” ucapnya.

Meski begitu, masyarakat berharap tidak lagi sebatas mendengar janji, tetapi benar-benar melihat perubahan nyata. Mereka menginginkan adanya penanganan banjir dan perbaikan jalan secepatnya, agar aktivitas warga bisa kembali lancar dan nyaman.

Meski keluhan demi keluhan terus bermunculan, masyarakat tetap menaruh harapan besar pada wakil rakyatnya. Reses bukan sekadar forum penyampaian aspirasi, tetapi juga jembatan penghubung antara suara rakyat dengan kebijakan pemerintah.

Warga Mekarsari dan Mekarharja berharap, hasil reses kali ini benar-benar menjadi langkah nyata untuk memperbaiki infrastruktur, sehingga mereka bisa merasakan manfaat langsung dari kehadiran wakilnya di parlemen. (Johan Wijaya)