PANGANDARAN, LingkarJabar – Libur Lebaran 2025 menjadi momen yang dinanti banyak wisatawan untuk berlibur ke destinasi pantai. Namun, di balik kemeriahan suasana liburan, belasan wisatawan mengalami kecelakaan laut di kawasan Pantai Barat Pangandaran.
Dua Hari Libur Lebaran, 16 Wisatawan Berhasil Diselamatkan
Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, mengungkapkan bahwa selama dua hari libur Lebaran, terdapat 16 wisatawan yang berhasil diselamatkan dari insiden kecelakaan laut.
“Yang pertama, terjadi insiden perahu terbalik di depan Pos 2 pada Selasa 01 April 2025 di mana sembilan wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat. Di lokasi lain, enam wisatawan berhasil diselamatkan di Pos 5, sementara seorang wisatawan asal Bandung yang terseret arus di Pos 4 masih dalam pencarian,” ujar Mujianto di Pos 5 Pantai Barat Pangandaran pada Rabu, 2 April 2025.
Kemudian, lanjut Mujianto, pada Selasa 2 April 2025, kembali terjadi insiden di lokasi berbeda, di mana tiga wisatawan berhasil dievakuasi dari kecelakaan laut. Namun, seorang wisatawan asal Garut dilaporkan tenggelam di Pos 5 dan masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.
“Total ada 16 korban yang berhasil diselamatkan, sementara dua orang masih dalam pencarian,” jelasnya.
Mujianto menegaskan pentingnya wisatawan untuk selalu waspada dan mematuhi peraturan keselamatan yang telah ditetapkan. Ia mengingatkan agar wisatawan tidak berenang di area terlarang, terutama di sekitar Pos 4 dan Pos 5 Pantai Barat Pangandaran, yang dikenal memiliki arus kuat dan berbahaya.
“Kami terus mengimbau pengunjung agar mematuhi aturan dan peringatan dari petugas keamanan pantai yang telah ditempatkan di sepanjang kawasan wisata,” imbau Mujianto.
Berdasarkan hasil pemantauan, kata dia, sebagian besar kecelakaan laut terjadi di zona larangan berenang, yang tetap dimasuki wisatawan meskipun telah diberikan tanda peringatan.
Menurut Mujianto, agar kejadian serupa tidak terulang, wisatawan dianjurkan untuk mengikuti beberapa langkah keselamatan saat berlibur di pantai.
“Pertama, hindari berenang di zona terlarang, terutama di area dengan ombak besar dan arus kuat. Patuhi peringatan dan instruksi dari petugas keamanan pantai yang bertugas. Gunakan pelampung atau alat keselamatan lain jika ingin bermain air. Perhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut sebelum memutuskan untuk berenang dan juga selalu awasi anak-anak dan anggota keluarga saat bermain di tepi pantai,” imbaunya.
Karena, kata Mujianto, bahwa keselamatan wisatawan merupakan tanggung jawab bersama, baik dari pihak keamanan maupun para pengunjung yang harus lebih sadar akan risiko kecelakaan laut.
“Pemerintah daerah dan pihak kepolisian telah memperketat penjagaan di kawasan Pantai Pangandaran selama musim liburan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang. Tim penyelamat pun dikerahkan untuk melakukan pemantauan dan patroli di titik-titik rawan agar wisatawan tetap aman selama berlibur,” ungkapnya.
Disclaimer : Dengan adanya kejadian ini, diharapkan para wisatawan lebih berhati-hati dan tidak mengabaikan peringatan keselamatan saat menikmati keindahan Pantai Pangandaran. Jangan sampai liburan berubah menjadi petaka hanya karena kelalaian dalam mematuhi aturan. (**)






