BANJAR, LingkarJabar — Menyikapi rencana aksi damai nasional yang akan digelar pada 8 Desember 2025, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) DPC Kota Banjar menegaskan tidak akan turut serta dalam aksi tersebut.
Ketua Apdesi Kota Banjar, Yosep Erawan, menyampaikan bahwa pihaknya memilih tetap berada di daerah sembari menunggu keputusan resmi pemerintah pusat. Menurutnya, seluruh aspirasi kepala desa telah disampaikan melalui struktur organisasi Apdesi di tingkat nasional.
Yosep menjelaskan bahwa ia baru saja menggelar pertemuan internal bersama bendahara, penasihat organisasi, serta menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak di lingkungan Pemerintah Kota Banjar untuk mencermati situasi yang berkembang. Dari serangkaian komunikasi tersebut, Yosep menegaskan bahwa tuntutan para kepala desa telah diperjuangkan sebelumnya oleh DPP Abdesi Merah Putih dan DPD Jawa Barat.
“Semua tuntutan kita sudah terwakili. Ketua DPP dan DPD Jawa Barat telah bertemu langsung dengan Menteri Keuangan dan Menteri Desa. Jadi, apa yang kita inginkan sebenarnya sudah tersampaikan,” ujar Yosep saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (4/12/2025).
Berdasarkan hal itu, Yosep mengimbau seluruh kepala desa di Kota Banjar untuk menerapkan sikap tunggu dan dengar di wilayah masing-masing. Ia menilai langkah tersebut paling tepat mengingat desa-desa saat ini berada pada periode krusial penyelesaian program serta administrasi akhir tahun anggaran.
“Setiap desa masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dirampungkan sebelum tahun anggaran ditutup. Karena itu, saya mengajak seluruh kepala desa untuk tetap fokus bekerja dan menyelesaikan tugas di desanya masing-masing,” tegasnya.
Yosep juga meminta Ketua PPDI Kota Banjar untuk menyampaikan arahan tersebut kepada seluruh perangkat desa guna menghindari potensi miskomunikasi. Ia menekankan bahwa menjaga stabilitas pemerintahan desa menjadi prioritas utama saat ini.
Meski Apdesi Kota Banjar tidak turun langsung dalam aksi 8 Desember, Yosep tetap memberikan dukungan moral kepada para kepala desa dari daerah lain yang akan berpartisipasi di Jakarta. Ia berharap kegiatan tersebut berlangsung damai dan membawa hasil positif bagi perangkat desa di seluruh Indonesia.
“Kita doakan bersama supaya teman-teman yang berangkat ke Jakarta membawa kabar baik sesuai harapan kita semua,” tutup Yosep.
Dengan sikap tersebut, Apdesi Kota Banjar menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan roda pemerintahan desa berjalan optimal menjelang akhir tahun 2025. (Johan Wijaya)






