Berita  

Ade Ruminah Desak Pemda Bertindak Cepat Tangani Penyakit HIV yang Serang Pelajar

Ade Ruminah Desak Pemda Bertindak Cepat Tangani Penyakit HIV yang Serang Pelajar. Foto: Ist/LJ

PANGANDARAN, LingkarJabar  — Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi Golkar, Ade Ruminah, menyoroti serius penyakit HIV yang menimpa sejumlah pelajar dan meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan menyeluruh.

“Menanggapi kasus ini, tentu tidak boleh main-main. Ini harus menjadi prioritas dan perlu penanganan khusus,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/11/2025).

Sebagai mitra Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Ade menegaskan bahwa Komisi IV akan menggelar rapat kerja untuk merumuskan langkah strategis bersama kedua dinas tersebut.

“Kami akan segera mengadakan rapat kerja untuk bersama-sama menangani kasus yang sangat miris ini, apalagi terjadi pada anak-anak sekolah,” katanya.

Ade mengingatkan pemerintah daerah agar bertindak cepat, terbuka, dan terarah demi mencegah kasus serupa meluas dan menimbulkan kekhawatiran baru.

“Jangan sampai kasus ini tersembunyi dan tiba-tiba merebak. Pemerintah daerah harus memprioritaskan penanganan ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, penyakit yang menyerang siswa bukan hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan sosial dan psikologis mereka. Karena itu, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi, dan pendampingan harus dilakukan secara komprehensif.

“Edukasi, sosialisasi, serta pemeriksaan kesehatan harus segera dilakukan di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Ade berharap seluruh elemen, pemerintah daerah, sekolah, dinas terkait, orang tua, hingga masyarakat dapat bekerja sama menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman bagi anak-anak.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi perilaku berisiko di kalangan pelajar, termasuk penyebaran penyakit menular yang belakangan menjadi perhatian.

Menanggapi pernyataan Ketua LAKRI Kabupaten Pangandaran, Apipudin, Soleh menyebut Disdikpora telah meningkatkan koordinasi dan edukasi ke seluruh satuan pendidikan untuk mendeteksi dini dan mencegah potensi ancaman terhadap kesehatan serta perkembangan peserta didik.

“Kami dari Dinas Pendidikan terus mengantisipasi dan waspada. Jika ada informasi tentang siswa yang terpapar penyakit tertentu, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Yang terpenting adalah langkah pencegahan dan edukasi,” ujar Soleh,

Ia menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting, terutama dalam membimbing anak menghadapi derasnya arus informasi digital yang tidak semuanya positif.

“Jangan sampai generasi masa depan Pangandaran terbawa arus negatif. Orang tua harus bersama-sama menjaga, membimbing, dan mengedukasi anak-anaknya,” katanya.

Soleh juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Literasi digital disebut menjadi salah satu fokus agar siswa mampu menggunakan platform digital dengan bijak dan bertanggung jawab.

Menurutnya, Disdikpora telah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, MKKS, Korwil, K3S, PGRI, dan puskesmas untuk memperkuat jejaring edukasi dan pencegahan di sekolah-sekolah.

“Ke depan akan ada langkah nyata di setiap kecamatan. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Disdik, dan seluruh stakeholder kecamatan akan diterapkan untuk mengedukasi seluruh sekolah, terutama jenjang SMP,” ungkap Soleh. (Agus Giantoro)