Sukabumi, Lingkar Jabar – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi kecmatan cibadak, Kabupaten Sukabumi mulai mengembangkan layanan penanganan penyakit jantung melalui fasilitas Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab). Bahkan, tindakan pemasangan ring jantung atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) mulai dilaksanakan dengan pendampingan tim dokter spesialis dari RSUP Hasan Sadikin Bandung.
Direktur RSUD Sekarwangi, dr. Asep Suherman, M.Kes., mengungkapkan bahwa pengembangan layanan tersebut merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan penyakit jantung.
Menurutnya, kebutuhan terhadap layanan jantung semakin mendesak jika melihat tingginya angka kunjungan pasien di RSUD Sekarwangi.
“Rumah sakit kami ini merupakan rumah sakit tipe B yang mempunyai 351 tempat tidur. Pada tahun 2025, jumlah kunjungan rawat jalan mencapai 91.755 orang. Dari jumlah tersebut, penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung menempati urutan pertama,” ungkap dr. Aep Suherman.
Ia menjelaskan, penyakit jantung juga masuk dalam lima besar kasus penyakit yang membutuhkan perawatan rawat inap di RSUD Sekarwangi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kuat bagi pihak rumah sakit untuk menghadirkan layanan Cath Lab agar masyarakat Kabupaten Sukabumi mendapatkan akses penanganan penyakit jantung yang lebih dekat.
Asep menyampaikan, pembangunan ruangan Cath Lab telah dianggarkan oleh pihak rumah sakit pada tahun sebelumnya. Sementara itu, fasilitas Cath Lab diperoleh melalui bantuan Kementerian Kesehatan.
Dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), tata kelola pelayanan hingga operasionalnya, RSUD Sekarwangi juga mendapatkan pendampingan dari RSUP Hasan Sadikin Bandung.
“Alhamdulillah, Cath Lab-nya diberikan oleh Kementerian Kesehatan. Kemudian untuk mengisi SDM dan bagaimana tata kelola pelayanannya agar bisa beroperasional, kami dibantu oleh RSUP Hasan Sadikin,” jelasnya.
Pelaksanaan tindakan PCI tersebut turut menghadirkan dua dokter ahli, yakni dr. Putiyahya dan dr. Deddy, dengan pendampingan dari tim RSUP Hasan Sadikin.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak enam pasien disiapkan untuk menjalani tindakan pemasangan ring jantung, ditambah dua pasien cadangan.
Asep menyebutkan, hingga saat laporan disampaikan, tiga pasien telah berhasil menjalani tindakan PCI. Proses tersebut merupakan bagian dari tahapan proctoring atau pendampingan klinis untuk memastikan kesiapan dokter dan rumah sakit dalam memberikan pelayanan secara mandiri.
“Alhamdulillah, sudah tiga pasien yang kita laksanakan tindakan. Kami berharap proses proctoring ini berjalan lancar sehingga nantinya layanan jantung ini bisa segera dilaksanakan secara mandiri,” katanya.
Meski demikian, Asep mengakui masih terdapat sejumlah tahapan yang harus diselesaikan, terutama berkaitan dengan kerja sama dan persetujuan BPJS Kesehatan.
Ia berharap proses tersebut dapat segera terpenuhi mengingat sekitar 90 persen pasien RSUD Sekarwangi masih mengandalkan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.
“Harapan kami, mudah-mudahan setelah proses proctoring dan penilaian selesai, layanan ini bisa mendapatkan persetujuan kerja sama BPJS Kesehatan. Dengan begitu, masyarakat yang membutuhkan penanganan jantung bisa segera mendapatkan pelayanan,” ungkapnya Selasa 03/11/26
Asep menegaskan, kehadiran layanan Cath Lab di RSUD Sekarwangi diharapkan menjadi salah satu upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa pasien dengan penyakit jantung.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Kementerian Kesehatan, serta RSUP Hasan Sadikin Bandung yang telah mendukung pengembangan layanan tersebut.
“Kami mohon doa dan dukungan agar seluruh proses ini berjalan lancar. Mudah-mudahan layanan jantung di RSUD Sekarwangi segera bisa diakses masyarakat luas dan semakin banyak pasien yang membutuhkan penanganan dapat tertolong,” pungkasnya.






