Berita  

Keselamatan Pengunjung Dipertanyakan, Warga Soroti Minimnya Pengamanan Proyek Galian Kabel Optik di Alun-alun Banjar

 

BANJAR, LingkarJabar – Pekerjaan galian kabel optik di kawasan Jalan Letjen Suwarto, tepatnya di sekitar Alun-alun Kota Banjar, menuai perhatian warga. Sejumlah masyarakat menilai aspek keselamatan di lokasi proyek perlu ditingkatkan karena masih terdapat titik-titik galian yang dinilai minim penanda atau rambu peringatan.

Salah seorang warga, Ujang, mengaku khawatir dengan kondisi galian yang berada di area yang sering dilalui pejalan kaki dan pengunjung alun-alun. Menurutnya, keberadaan lubang galian tanpa pengamanan yang memadai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.

“Harusnya setiap titik galian dipasang rambu supaya masyarakat tahu ada pekerjaan. Jangan sampai ada yang terjatuh atau mengalami kecelakaan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (17/6/2026).

Ia mengatakan, dari pengamatannya di lapangan, rambu peringatan hanya terlihat di salah satu titik, sementara beberapa lokasi galian lainnya belum dilengkapi penanda yang cukup jelas. Selain itu, Ujang juga menyoroti kondisi trotoar yang terdampak aktivitas penggalian.

“Trotoar juga terlihat rusak akibat pekerjaan ini. Harapannya nanti bisa dikembalikan seperti semula setelah pekerjaan selesai,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Aping, seorang juru parkir yang beraktivitas di kawasan alun-alun. Menurutnya, selain berpotensi membahayakan pengguna jalan, pekerjaan galian juga berdampak pada berkurangnya ruang parkir yang biasa digunakan pengunjung.

“Lahan parkir jadi berkurang karena sebagian area digunakan untuk pekerjaan galian,” ungkapnya.

Aping mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa akan ada pekerjaan penggalian di kawasan tersebut. Ia berharap pihak pelaksana dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat serta menambah pengamanan di sekitar lokasi proyek.

“Kalau memang pekerjaannya belum selesai, bekas galian sebaiknya ditutup sementara menggunakan papan atau pengaman lain dan diberi rambu yang jelas,” ujarnya.

Warga berharap pekerjaan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan layanan telekomunikasi tersebut tetap memperhatikan aspek keselamatan publik, kenyamanan pengguna fasilitas umum, serta pemulihan kondisi trotoar setelah proyek selesai dikerjakan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai standar pengamanan yang diterapkan selama pekerjaan berlangsung. (Johan Wijaya)