BANJAR, LingkarJabar – Proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Raharja, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mulai memasuki tahap pelaksanaan. Dalam pelaksanaannya, pemilihan dibagi ke dalam dua daerah pemilihan (dapil) guna memastikan keterwakilan masyarakat secara merata.
Pada Dapil Randegan I, tercatat sebanyak tujuh calon anggota BPD yang akan bersaing. Dari jumlah tersebut, terdapat dua calon perempuan sebagai bentuk keterwakilan gender dalam struktur kelembagaan desa.
Sementara itu, pada Dapil Randegan II, jumlah calon lebih banyak yakni delapan orang. Sama halnya dengan dapil pertama, keterwakilan perempuan juga diakomodasi dengan menghadirkan dua calon perempuan dalam kontestasi tersebut.
Secara keseluruhan, pemilihan anggota BPD Desa Raharja diikuti oleh 15 calon, dengan total empat di antaranya merupakan calon perempuan. Kehadiran keterwakilan perempuan ini menjadi bagian penting dalam mendorong partisipasi dan peran aktif perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa.
Di tengah pelaksanaan pemungutan suara, Wali Kota Banjar, Sudarsono, turut melakukan monitoring di dua tempat pemungutan suara (TPS) untuk memastikan proses berjalan lancar dan tertib.
“Pemilihan BPD ini merupakan bagian penting dari demokrasi di tingkat desa. Saya berharap seluruh proses berjalan jujur, adil, dan transparan, serta masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik,” ujarnya. Minggu (29/3/2026).
Ia juga mengapresiasi keterlibatan perempuan dalam pencalonan anggota BPD di Desa Raharja.
“Keterwakilan perempuan ini menjadi langkah positif dalam mendorong kesetaraan dan partisipasi aktif dalam pembangunan desa. Semoga ke depan peran perempuan semakin kuat dalam pengambilan kebijakan di tingkat desa,” tambahnya.
Selain itu, ia mengimbau seluruh pihak, baik panitia maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan berlangsung.
“Kita semua bertanggung jawab menjaga suasana tetap aman dan kondusif, sehingga pemilihan ini benar-benar menghasilkan perwakilan masyarakat yang berkualitas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Raharja, Yayat Ruhiyat, menyampaikan bahwa pelaksanaan pemilihan BPD ini merupakan wujud komitmen pemerintah desa dalam menghadirkan proses demokrasi yang terbuka dan partisipatif.
“Kami berupaya memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan, mulai dari penjaringan calon hingga pemungutan suara. Harapannya, anggota BPD terpilih nantinya benar-benar dapat menjadi representasi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pemilihan tersebut.
“Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama suksesnya pemilihan ini. Semakin tinggi partisipasi, maka semakin kuat legitimasi anggota BPD yang terpilih,” tambahnya.
Pembagian dapil ini diharapkan mampu menciptakan proses pemilihan yang lebih terstruktur dan representatif, sehingga aspirasi masyarakat di masing-masing wilayah dapat terakomodasi dengan baik melalui anggota BPD terpilih nantinya.
Selain itu, pelaksanaan pemilihan anggota BPD juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem demokrasi di tingkat desa, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif dan transparan. (Johan Wijaya)






