Berita  

Hak Makan Layak Warga Binaan, Lapas Banjar Hadirkan Dapur Asih

Hak Makan Layak Warga Binaan, Lapas Banjar Hadirkan Dapur Asih. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar meresmikan Dapur Asih (Aman, Sehat, Indah, dan Halal) sebagai upaya peningkatan kualitas layanan makan dan minum bagi warga binaan, jumat (6/2/2026).

Peresmian tersebut dilakukan secara serentak bersama 12 layanan pemasyarakatan di 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) wilayah Jawa Barat. Kegiatan dipusatkan di Rumah Tahanan Negara Perempuan Bandung dan diresmikan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Kehadiran Dapur Asih menjadi bagian dari penguatan layanan dasar pemasyarakatan, khususnya pemenuhan hak fundamental warga binaan atas makanan yang layak. Layanan makan dan minum dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan serta mendukung proses pembinaan di dalam lapas.

Melalui fasilitas dan sistem pengelolaan yang lebih tertata, Dapur Asih mengedepankan prinsip keamanan pangan, kebersihan, kesehatan, serta kehalalan makanan. Standar ini diharapkan mampu menjamin kualitas gizi dan kelayakan konsumsi bagi seluruh warga binaan Lapas Banjar.

Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, mengatakan peresmian Dapur Asih merupakan bagian dari pembenahan layanan publik di lingkungan pemasyarakatan.

“Pemenuhan kebutuhan makan dan minum yang aman, sehat, dan halal adalah hak warga binaan yang wajib dipenuhi. Dapur Asih menjadi komitmen kami untuk meningkatkan kualitas layanan tersebut,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan menegaskan bahwa peningkatan layanan dapur bukan hanya pembenahan sarana, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hak warga binaan. Pelayanan makan yang layak dinilai sebagai fondasi penting dalam menjaga kesehatan dan mendukung pembinaan.

Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial kepada masyarakat sekitar Rutan Perempuan Bandung. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial jajaran pemasyarakatan kepada masyarakat.

Dengan diresmikannya Dapur Asih, Lapas Banjar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. (Johan Wijaya)