Berita  

Ketika Hujan Jadi Ketakutan: Kisah Haru Pasangan Lansia di Balokang Tinggal di Rumah Nyaris Roboh

Ketika Hujan Jadi Ketakutan: Kisah Haru Pasangan Lansia di Balokang Tinggal di Rumah Nyaris Roboh. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Setiap kali langit mulai gelap dan rintik hujan turun, pasangan lansia Kar’an dan Tati hanya bisa saling berpandangan dengan rasa cemas. Bagi mereka, hujan bukan lagi pertanda kesejukan, melainkan ancaman.

Di rumah sederhana yang berdiri di Dusun Cibeureum, RT 04 RW 02, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, setiap tetes air yang jatuh dari langit-langit membawa ketakutan tersendiri.

Rumah yang mereka tempati jauh dari kata layak. Dinding mulai rapuh, atap bocor hampir di seluruh bagian, dan genteng-genteng tua kerap berjatuhan karena kayu penyangga sudah lapuk dimakan usia. Setiap kali hujan deras datang, pasangan lansia ini hanya bisa berdoa agar tempat berteduh satu-satunya itu tidak ambruk menimpa mereka.

Meski hidup dalam keterbatasan, Kar’an dan Tati tetap berusaha tegar. Mereka bekerja serabutan apa pun yang bisa menghasilkan uang, mereka lakukan agar bisa membeli beras dan melanjutkan hidup. Bagi keduanya, bertahan sudah merupakan bentuk syukur, di tengah kondisi serba sulit.

Melihat keadaan memprihatinkan tersebut, organisasi sosial Jabar Bergerak Kota Banjar tergerak untuk turun tangan. Ketua Jabar Bergerak, Ari Faturohman, bersama tim mendatangi langsung kediaman Kar’an dan Tati untuk memastikan kondisi rumah yang nyaris roboh itu.

“Setelah kami melihat langsung, kondisinya memang sangat mengkhawatirkan. Rumah ini sudah tidak layak huni,” ungkap Ari Faturohman dengan nada haru, Sabtu 11 Oktober 2025.

Ari menjelaskan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Baznas Kota Banjar untuk menindaklanjuti bantuan perbaikan rumah. Namun karena biaya yang dibutuhkan cukup besar, Jabar Bergerak pun menginisiasi open donasi guna mengajak masyarakat berpartisipasi membantu.

Menurutnya, kepedulian sosial bukan hanya soal memberi, tapi juga menumbuhkan harapan.

“Kami mengajak para dermawan dan masyarakat untuk bersama-sama membantu Kar’an dan Tati agar mereka bisa tinggal di rumah yang lebih layak rumah yang tidak lagi membuat mereka takut setiap kali hujan turun,” tutur Ari.

Melalui langkah ini, Jabar Bergerak ingin menegaskan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Dari kepedulian tumbuh harapan, dan dari harapan lahir senyum yang semoga tak lagi tertutup rasa takut saat hujan datang.

“Lewat open donasi ini, kami ingin memastikan Kar’an dan Tati tak lagi hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun. Saya yakin semangat gotong royong masyarakat Banjar masih kuat,” pungkas Ari.