Berita  

Pemuda Neglasari Desak Kepala Puskesmas Banjar 2 Dicopot : Moto ‘Berhati Emas’ Hanya Pemanis

Pemuda Neglasari Desak Kepala Puskesmas Banjar 2 Dicopot : Moto ‘Berhati Emas’ Hanya Pemanis. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Moto BLUD UPTD Puskesmas Banjar 2 “BERHATI EMAS” menuai sorotan. Sejumlah warga menilai semboyan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, karena standar operasional prosedur (SOP) dianggap lebih diutamakan dibanding keselamatan pasien.

“Kalau benar-benar berhati emas, mestinya keselamatan warga yang utama, bukan aturan yang menghambat pertolongan,” tegas Erwin Saleh, Ketua Karang Taruna Desa Neglasari yang akrab disapa Gobel, Jumat 26 September 2025.

Erwin juga meminta adanya evaluasi serius terhadap jajaran Puskesmas Banjar 2, bahkan bila perlu pencopotan pimpinan. Ia menilai kasus serupa pernah terjadi sebelumnya, sehingga tidak boleh lagi dibiarkan berulang.

Insiden bermula ketika perangkat Desa Neglasari mendatangi Puskesmas Banjar 2 untuk meminjam ambulans bagi warga yang kritis. Namun permintaan ditolak dengan alasan SOP dan ketiadaan sopir. Akibatnya, pasien terpaksa dibawa ke RSUD Banjar menggunakan mobil pick-up milik warga.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar H. Saifuddin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Dalam kondisi darurat, penyelamatan nyawa harus jadi prioritas utama. Prosedur bisa menyusul,” ujarnya.

Saifuddin menegaskan pihaknya akan memanggil dan mengevaluasi kinerja kepala BLUD UPTD Puskesmas Banjar 2.

“Kami akan lakukan pembinaan, dan usulan sanksi akan disampaikan kepada Wali Kota,” tegasnya.

Seraya menambahkan dirinya juga berjanji akan memperbaiki SOP layanan kedaruratan di seluruh puskesmas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.