BANJAR, LingkarJabar – Semangat generasi muda di Kota Banjar kembali ditunjukkan lewat kepedulian mereka terhadap lingkungan. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Se-Kota Banjar, mengikuti pembentukan dan pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), yang digelar di Aula UPTD Penangulangan Kebakaran (Damkar), Kota Banjar, Rabu 24 Semptember.
Kegiatan ini tidak hanya membekali para pemuda dengan keterampilan teknis, seperti penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), teknik evakuasi, hingga simulasi pemadaman kebakaran, tetapi juga menanamkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Karang Taruna adalah motor penggerak di tengah masyarakat. Kami berharap para pemuda ini bisa menjadi garda terdepan ketika terjadi kebakaran di lingkungannya masing-masing,” ujar Kepala UPTD Penanggulangan Kebakaran Kota Banjar, Aam Amijaya.
Sebelumnya, UPTD Damkar juga telah memberikan pelatihan serupa kepada anggota Lembaga Pemberdayaan Sosial Masyarakat (LPSM). Dengan begitu, keberadaan relawan Redkar semakin meluas, tidak hanya dari kalangan pemuda, tetapi juga unsur masyarakat lainnya.
Selain pelatihan, para relawan muda ini juga mendapatkan pembinaan mental dan kedisiplinan, agar selalu siap siaga menghadapi situasi darurat. UPTD Damkar pun menyerahkan peralatan sederhana seperti APAR dan perlengkapan manual untuk menunjang kesiapan mereka di lapangan.
Salah satu peserta dari Karang Taruna Siung Hegar , Kelurahan Hegarsari , Gani Santiko mengaku bangga bisa ikut serta dalam program ini. “Awalnya saya hanya ingin belajar cara memadamkan api, tapi ternyata kami juga dilatih bagaimana menyelamatkan orang. Saya merasa ini pengalaman berharga dan bisa bermanfaat bagi warga di sekitar,” ucapnya.
Kehadiran Redkar dari kalangan pemuda diharapkan mampu mempercepat respon awal saat terjadi kebakaran, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan bersama.
Dengan keterlibatan Karang Taruna dan LPSM, pemerintah optimistis kesiapsiagaan bencana kebakaran di tingkat lingkungan bisa semakin kuat. Kehadiran Redkar dari berbagai unsur masyarakat diharapkan mampu mempercepat respon awal saat terjadi kebakaran, sekaligus menjadi teladan bagi warga untuk lebih peduli terhadap keselamatan bersama.






