PANGANDARAN, LingkarJabar – Sebuah mobil Mitsubishi L300 dengan nomor polisi Z-9611-TA yang merupakan bagian dari rombongan pawai menyambut bulan suci Ramadan mengalami kecelakaan tunggal di Jalur Pantai Madasari via Batukaras, Kecamatan Cijulang, pada Kamis, 27 Februari 2025.
Pawai ini merupakan tradisi masyarakat Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan menggelar iring-iringan kendaraan mengelilingi wilayah sekitar. Namun, salah satu mobil dalam rombongan tersebut mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong. Medan jalan yang berkelok dan curam membuat kendaraan sulit dikendalikan oleh sopir.
Salah satu tokoh pemuda di Cimerak, Pangandaran, Amif Miftahudin, turut membantu evakuasi korban dalam insiden ini.
“Jalan tersebut dikenal sebagai tanjakan ekstrem. Tidak semua kendaraan bisa melewatinya karena kondisi tanjakan yang sangat tinggi,” ujar Amif saat diwawancarai melalui WhatsApp, Kamis, 27 Februari 2025.
Ia juga menambahkan bahwa di sepanjang pinggir jalan belum terdapat pembatas, dan semak-semak yang tumbuh lebat membuat bahu jalan nyaris tidak terlihat.
“Kami berharap pemerintah segera membangun pagar pembatas, penerangan jalan, serta melakukan pemeliharaan. Jalan ini bukan hanya jalur wisata, tetapi juga penghubung bagi warga Cimerak dan Cijulang untuk menuju area pertanian mereka,” jelasnya.
Akibat kecelakaan ini, Kapolsek Cijulang bersama anggota Polsek dan Unit Lantas Polres Pangandaran segera melakukan evakuasi terhadap korban yang mengalami luka-luka. Beberapa anggota kepolisian berpakaian preman turut membantu proses penyelamatan bersama warga sekitar.
Mobil Mitsubishi L300 yang mengalami kecelakaan ini masuk ke dalam jurang sedalam 10 meter setelah mengalami rem blong. Keadaan semakin diperparah dengan kondisi jalan yang menurun dan padat akibat pawai ta’aruf. Sopir berusaha menghindari tabrakan dengan kendaraan lain di depannya, namun akhirnya kehilangan kendali.
Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, membenarkan kejadian ini dan mengapresiasi langkah cepat jajarannya dalam menangani insiden tersebut.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami bergerak cepat agar korban segera mendapat pertolongan dan arus lalu lintas kembali normal,” ungkapnya.
Berkat kerja sama antara kepolisian dan masyarakat, kendaraan yang masuk jurang berhasil dievakuasi dengan bantuan mobil derek. Para korban dilarikan ke Puskesmas Legokjawa, Puskesmas Cijulang, dan RS Pandega untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Situasi lalu lintas yang sempat padat kini telah kembali normal setelah petugas melakukan pengaturan arus kendaraan. Kasus kecelakaan ini sedang ditangani oleh Unit Lantas Polres Pangandaran untuk penyelidikan lebih lanjut. (KM)






