PANGANDARAN, LingkarJabar – Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Indonesia memiliki tradisi unik yang dikenal sebagai Munggahan. Tradisi ini masih tetap lestari hingga kini dan dirayakan dengan berbagai cara, salah satunya adalah bersilaturahmi serta makan bersama keluarga, sahabat, dan rekan kerja.
Di Kabupaten Pangandaran, tradisi Munggahan membawa berkah bagi sektor kuliner. Banyak restoran dan lesehan dipadati pengunjung, seperti Saung Lesehan Agus Kucir di Kecamatan Padaherang. Tempat ini menjadi favorit bagi warga yang ingin menikmati hidangan khas sebelum memasuki bulan puasa.
Menurut Yayan, salah satu pengunjung, dirinya selalu menyempatkan mampir ke Saung Lesehan Agus Kucir karena lokasi yang mudah dijangkau serta menu kuliner tradisionalnya yang khas. “Di sini, rasa masakannya luar biasa. Salah satu favorit saya adalah cobek ikan pindang gunung. Selain itu, pelayanan di sini juga ramah dan menyenangkan,” ujarnya.
Pendapat serupa juga disampaikan Wawan, warga Cimahi, Bandung. Ia mengakui bahwa rasa ikan cobek di Saung Lesehan Agus Kucir sangat nikmat dan khas. “Bagi wisatawan atau siapa pun yang berkunjung ke Pangandaran, saya sangat merekomendasikan tempat ini. Selain makanannya lezat, harganya juga terjangkau,” tuturnya.
Sementara itu, pemilik Saung Lesehan Agus Kucir menjelaskan bahwa tempat usahanya tetap mempertahankan metode tradisional dalam mengolah makanan.
“Kami ingin menjaga cita rasa asli kuliner tradisional agar tidak punah di tengah perkembangan zaman dan teknologi,” ungkapnya.
Ia juga bersyukur karena semakin banyak pelanggan yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Cilacap, hingga Jakarta. “Kami akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” pungkasnya. (Ntang)






