Berita  

Tim Paslon Nomor Dua Ngaku Sudah Lapor Ke Pusat.Dugaan Adanya Kecurangan Di TPS Tugu Selatan

BOGOR, LingkarJabar – Tim pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor nomor dua Bayu Syahjohan – Musyafaur Rahman, Joe Salim mengaku sudah melaporkan adanya dugaan kecurangan di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua, ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pusat saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor, tanggal 27 November 2024 lalu.

“Setelah adanya dugaan kecurangan dan diperkuat dengan bukti-bukti, kami langsung melaporkan ke KPU serta Bawaslu pusat dan pihak-pihak terkait lainnya,” kata Joe panggilan akrab Joe Salim saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Sabtu (30/11).

Menurutnya, adapun bukti-bukti dugaan kecurangan saat pemungutan suara terjadi di Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua. Dimana, di desa tersebut suara untuk pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor dua, sama sekali tidak ada.

“Masa tidak ada suara Paslon nomor dua sama sekali di Desa Tugu Selatan. Ini kan aneh dan sangat janggal sekali,” ungkap Joe.

Padahal, lanjut Joe, dari jumlah 30 TPS yang ada di Desa Tugu Selatan, beberapa TPS terdapat hak suara atau pemilihan Paslon nomor urut dua, seperti di TPS 09,20,30. Termasuk diambilnya kertas undangan atau C6 milik warga pendukung Paslon nomor urut dua oleh petugas KPPS.

“Terbukti ada kecurangan saat kami minta penghitungan ulang kotak suara semua TPS dan dilakukan di desa. Ternyata ada 13 suara untuk Paslon nomor dua, walaupun jumlahnya sedikit tapi sudah terjadi kecurangan dengan menghilangkan suara tersebut,” paparnya.

Selain itu, kata Joe, bukti lain terjadinya kecurangan, diakui salah seorang saksi dari nomor urut satu atau Paslon Rudi Susmanto dan Ade Ruhendi maupun oleh petugas KPPS di Desa Tugu Selatan.

“Saksi nomor urut satu mengakui ada kecurangan, berikut juga dengan KPPS. KPPS mengaku ke kami kalau  mengintruksikan anggotanya untuk mencoblos kertas suara ke salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bogor,” jelasnya.

Joe mengungkapkan, pihaknya bersama tim pemenangan Paslon nomor dua akan terus mencari bukti-bukti kecurangan lainnya dalam Pilkada 2024. Bahkan, bukan hanya wilayah Desa Tugu Selatan saja, tapi desa lain yang ada di Kabupaten Bogor.

“Sebenarnya tidak harus melakukan kecurangan juga, Paslon nomor satu sudah pasti menang, karena mendapat dukungan dari 17 partai politik (Parpol). Kalau Paslon nomor dua hanya didukung satu partai saja, jadi saya sangat menyayangkan adanya kecurangan seperti ini. Saya hanya ingin Pilkada di Kabupaten Bogor berjalan sukses, KPU, PPK, PPS dan KPPS juga bersikap netral tanpa harus melakukan kecurangan dengan merugikan salah satu Paslon,” tegas Joe.

Sementara, Ketua Tim Advokasi Paslon nomor satu, Gagan S.A Ghani menyatakan, Paslon nomor urut satu Rudi Susmanto dan Ade Ruhendi tidak pernah mengintruksikan atau memerintahkan kepada para Parpol koalisi, relawan, simpatisan serta pendukung nya di Pilkada 2024 ini untuk tidak berbuat curang.

“Paslon nomor satu malah minta kepada semua pendukungnya, untuk menjaga kondusifitas di setiap wilayah agar Pilkada di Kabupaten Bogor berjalan sukses tanpa ekses,” jelasnya.

Terkait pernyataan tim pemenangan Paslon nomor dua yang sudah melaporkan dugaan kecurangan di Desa Tugu Selatan ke KPU dan Bawaslu pusat, Gagan merasa heran. Pasalnya, sebelum sampai laporan ke tingkat pusat, harusnya mekanisme atau tahapan dari bawah mulai tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi ditempuh terlebih dulu.

“Intinya kami dari Paslon nomor urut satu menyerahkan permasalahan tersebut ke pihak terkait, yakni Bawaslu. Kami harap juga permasalahan ini jangan sampai mengganggu Bupati Bogor terpilih, Rudi Susmanto yang dalam keadaan berkabung setelah ibu mertuanya meninggal tiga hari lalu,” tukas pria yang gemar bersosial ke masyarakat tersebut.(iy/red)