BANJAR, LingkarJabar – Tingginya partisipasi masyarakat mewarnai pelaksanaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Proses demokrasi tingkat desa ini berlangsung lancar dan transparan, dengan warga aktif menentukan wakilnya untuk periode mendatang.
Pemilihan dibagi ke dalam dua daerah pemilihan (dapil), yakni Randegan I dan Randegan II, dengan keterwakilan laki-laki serta perempuan (gender) di masing-masing wilayah.
Di Dapil Randegan I, Agus Riyana unggul dalam perolehan suara kategori laki-laki dengan 466 suara. Sementara Koko Koswara dan Dede Supriatna masing-masing memperoleh 231 suara.
Untuk keterwakilan perempuan, Susi Cahya Pratiwi berhasil meraih suara terbanyak dengan 437 suara.
Adapun di Dapil Randegan II, Galih Ramdhani memimpin dengan 324 suara, disusul Jamaludin dengan 239 suara.
Untuk kursi perempuan, Dini Aprilia meraih dukungan tertinggi dengan 482 suara.
Ketua Penyelenggara Pemilihan Calon BPD Desa Raharja, Ujang Rahman, mengatakan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai rencana dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan pemilihan anggota BPD Desa Raharja berjalan lancar, aman, dan kondusif. Partisipasi masyarakat juga cukup tinggi, ini menunjukkan antusiasme warga dalam menentukan wakilnya,” ujarnya. Minggu (29/3/2026) seusai penghitungan suara.
Ia menegaskan, panitia berkomitmen menjaga integritas proses pemilihan agar hasilnya benar-benar mencerminkan suara masyarakat.
“Kami berkomitmen menjalankan proses pemilihan secara jujur, adil, dan transparan. Seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai aturan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Raharja, Yayat Ruhiyat, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kesadaran warga dalam menentukan arah pembangunan desa melalui perwakilan yang dipilih secara langsung.
“Saya berharap anggota BPD yang terpilih dapat menjalankan tugasnya secara profesional, menjadi wakil yang aspiratif, serta mampu mengawasi jalannya pembangunan desa secara transparan,” ujarnya.
Menurutnya, peran BPD sangat strategis sebagai lembaga yang tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga mengawal kebijakan desa agar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, anggota BPD ke depan diharapkan mampu menjalankan sejumlah fungsi utama, di antaranya menyalurkan aspirasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, mengawasi pelaksanaan program pembangunan, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran desa.
Selain itu, sinergi antara BPD dan pemerintah desa menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif.
“BPD bukan sekadar pelengkap, tetapi mitra strategis pemerintah desa. Kolaborasi yang baik akan memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tambahnya.
Hasil pemilihan ini sekaligus menegaskan bahwa proses demokrasi di tingkat desa berjalan dinamis dan partisipatif. Warga tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menentukan arah pembangunan.
“Pemilihan ini bukan hanya soal angka, tetapi representasi dari aspirasi masyarakat. Kami berharap anggota terpilih mampu menjalankan amanah dengan baik,” tutup Yayat.
Dengan terbentuknya susunan BPD yang baru, Desa Raharja diharapkan semakin kuat dalam menjalankan fungsi pengawasan serta menjadi jembatan efektif antara pemerintah desa dan masyarakat, menuju tata kelola yang lebih akuntabel dan responsif. (Johan Wijaya)






