Berita  

Tanpa Dukungan Pemkot, Banjar Patroman FC U-17 Juara Grup Piala Soeratin Jabar

Tanpa Dukungan Pemkot, Banjar Patroman FC U-17 Juara Grup Piala Soeratin Jabar. Foto: ist/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Di tengah minimnya perhatian dan tanpa sepeser pun dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar, Banjar Patroman FC U-17 tampil sebagai bukti bahwa semangat dan kerja keras tak bisa dibungkam oleh keterbatasan.

Tim muda kebanggaan Kota Banjar ini sukses menjadi juara Grup M di ajang bergengsi Piala Soeratin U-17 Jawa Barat 2025, sekaligus memastikan langkah ke babak 16 besar.

Berjuang di fase grup, Banjar Patroman FC harus menghadapi dua lawan tangguh: UNI Bandung U-17 dan Bravensia Cimahi U-17. Namun bukannya gentar, mereka justru tampil garang di lapangan. Kemenangan telak 5-0 atas Bravensia dan hasil imbang 2-2 melawan UNI Bandung cukup untuk mengoleksi 4 poin dan mengamankan posisi puncak.

COO Banjar Patroman FC, Anggi Sihombing, mengapresiasi semangat juang para pemain.

“Tanpa sokongan dari Pemkot, anak-anak tetap bermain maksimal. Ini bukti bahwa semangat dan kerja keras bisa mengalahkan keterbatasan,” ujarnya. Senin 11 Agustus 2025 kepada awak media

Perjuangan belum usai. Di babak 16 besar yang akan berlangsung di Pusdikkpom Cimahi pada 15 Agustus mendatang, Banjar Patroman FC akan berhadapan dengan Persipo Purwakarta dan Progresif Indonesia. Untuk mempersiapkan diri, tim ini memanfaatkan lapangan sepak bola milik Desa Mekarharja.

Anggi pun menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah desa setempat yang telah memfasilitasi latihan. “Kami berharap ada dukungan dari Pemkot Banjar, baik apresiasi maupun bantuan materi,” kata Anggi.

Terkait penggunaan Stadion Gelora Banjar Patroman (GBP) untuk latihan, Anggi mengungkapkan adanya peraturan wali kota (Perwal) yang mewajibkan pembayaran sewa, meskipun klub ini membawa nama Kota Banjar di kancah provinsi.

Meski tanpa sokongan resmi, semangat para pemain tetap membara.

“Kami berharap bisa menjadi juara di Piala Soeratin U-17 dan mengharumkan nama Kota Banjar,” tutup Anggi.

Prestasi ini menjadi pesan keras bahwa nama baik daerah tidak hanya dibangun di gedung pemerintahan, tetapi juga di lapangan hijau — oleh mereka yang berjuang tanpa pamrih demi bendera di dada. (Joe)