Berita  

Hujan Deras Sebabkan Banjir di Dusun Sukahurip, Aktivitas Warga Mulai Pulih

BANJAR. LingkarJabar Hujan deras yang mengguyur Kota Banjar pada Senin sore, 23 Juni 2025, menyebabkan banjir di Dusun Sukahurip, RW 04, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Banjir tersebut terjadi akibat luapan Kali Cicalung yang melintasi wilayah tersebut.

Air bah berasal dari aliran tebing di kawasan Batu Peti yang kemudian mengalir ke Kali Cicalung dan meluap ke permukiman warga.

“Banjir disebabkan oleh air yang datang dari tebing di wilayah Batu Peti dan mengalir ke Cicalung hingga masuk ke Dusun Sukahurip,” ujar salah satu warga kepada awak media, Selasa 24 Juni 2025.

Letak dusun yang berada di dataran rendah memperparah kondisi, membuat air cepat menggenang dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa. Warga menyebut, banjir semacam ini kerap terjadi saat hujan turun dengan intensitas tinggi, terutama jika aliran dari tebing dan sungai terjadi secara bersamaan.

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun pengungsian. Sebagian besar warga tetap bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut.

“Ini sering terjadi kalau hujan turun cukup deras,” imbuh warga tersebut.

Kepala Desa Sukamukti, Budi Haryono, menyatakan bahwa situasi tetap terkendali. Pemerintah desa terus melakukan pemantauan dan berupaya meminimalisir dampak banjir terhadap warga.

“Alhamdulillah, semua bisa ditangani dan kami terus memantau situasi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan, Camat Pataruman, Jaenal Arifin, mengatakan banjir mulai surut pada malam hari setelah dilakukan penanganan oleh tim gabungan yang terdiri dari BBWS, BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, Damkar, relawan Jabar Bergerak, dan warga.

“Kami bergerak cepat dengan menyedot air dan membersihkan lumpur agar warga bisa kembali beraktivitas dengan normal,” ujar Jaenal.

Penanganan dilakukan melalui penyedotan air menggunakan alat khusus dan kerja bakti membersihkan lumpur dari rumah serta area persawahan. Langkah ini dinilai efektif mempercepat proses pemulihan.

Jaenal juga mengimbau warga untuk tetap waspada menghadapi musim hujan. “Kerjasama antarinstansi dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi bencana seperti ini,” pungkasnya.

Berkat sinergi berbagai pihak, kondisi di Dusun Sukahurip kini mulai pulih dan aktivitas warga kembali berjalan seperti biasa. (Joe)