Para pegawai semakin resah karena mereka tidak mendapat penjelasan apa pun mengenai alasan keterlambatan tersebut. Mereka hanya berharap hak mereka segera dibayarkan karena di rumah ada keluarga yang menunggu.
“Tidak tahu alasannya apa. Saya minta segera dibayarkan. Kewajiban sudah kami laksanakan, tinggal hak kami yang belum diberikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Banjar, Dedi Suardi, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait permasalahan ini. Ia juga tidak menjawab saat ditanya mengenai penyebab keterlambatan pembayaran gaji pegawai outsourcing.
Para pegawai berharap pihak perusahaan segera memenuhi kewajibannya agar mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarga. (Johan)






