BANJAR, LingkarJabar – Upaya penyelamatan dramatis mewarnai insiden kecelakaan truk towing yang terjun ke Sungai Citanduy di Lingkungan Cikadu, Kota Banjar, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Satu orang penumpang berhasil diselamatkan, sementara sopir truk hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.
Peristiwa bermula saat truk Mitsubishi Colt Diesel bernomor polisi B-9225-ON melaju dari arah timur ke barat. Saat melintasi tikungan di Jalan Raya Siliwangi, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga menghantam bagian belakang rumah warga milik Enceng Nurhyanto, sebelum akhirnya terjun ke Sungai Citanduy dengan kedalaman sekitar 13 meter.
Suara benturan keras yang disusul gemuruh air langsung membangunkan warga sekitar. Tanpa menunggu lama, sejumlah warga bergegas menuju lokasi dan berupaya memberikan pertolongan. Dalam kondisi gelap, proses evakuasi berlangsung penuh risiko, terlebih terdengar teriakan minta tolong dari dalam sungai.
Seorang penumpang, Susandi, berhasil dievakuasi warga dalam kondisi selamat meski mengalami luka ringan. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Kota Banjar untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sopir truk bernama Aris diduga masih terjebak dan hingga kini belum ditemukan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Banjar, Ipda Rifqi Faturachman, menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
“Penumpang berhasil diselamatkan, sementara pengemudi masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” ujarnya.
Proses pencarian melibatkan BPBD, PMI, dan Damkar yang menyisir aliran Sungai Citanduy menggunakan perahu karet. Pencarian difokuskan dari titik kejadian hingga ke arah hilir, dengan mempertimbangkan arus sungai yang cukup deras.
Sementara itu, KBO Lantas Polres Banjar, Ipda Agus Parulian, mengungkapkan dugaan awal kecelakaan dipicu oleh faktor kelelahan pengemudi.
“Diduga pengemudi mengalami kehilangan konsentrasi, kemungkinan micro sleep saat melintasi tikungan,” katanya.
Hingga saat ini, pencarian terhadap sopir masih terus dilakukan. Insiden ini sekaligus menjadi peringatan akan pentingnya kesiapan fisik dan kewaspadaan, terutama bagi pengemudi kendaraan berat yang melintas pada waktu rawan seperti dini hari.(Johan Wijaya)






