Berita  

Begini Cara Aman Menyalakan Api Saat Berkemah

Begini Cara Aman Menyalakan Api Saat Berkemah. Foto: Pinterest

LingkarJabar – Aktivitas berkemah dan rekreasi di alam terbuka kerap membutuhkan pembuatan api unggun untuk memasak atau menghangatkan tubuh. Baru-baru ini, sejumlah warga yang sering beraktivitas di hutan dan kebun membagikan pengalaman praktis mereka untuk membantu menyalakan api dalam kondisi sulit — misalnya saat kayu basah atau alat pemantik tidak berfungsi.

Seorang warga yang kerap mengikuti kegiatan alam mengungkapkan bahwa keberhasilan menyalakan api sering bergantung pada persiapan bahan bakar dan cara menyusun kayu.

“Kuncinya adalah menyiapkan tinder (bahan pengikat api) yang kering dan menyusun kayu secara bertingkat sehingga aliran udara baik,” ujarnya.

Meski demikian, petugas kebakaran dan pegiat lingkungan mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan bahan-bahan yang berisiko tinggi atau merusak lingkungan untuk memulai api.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran setempat menegaskan pentingnya kehati-hatian: “Gunakan metode yang aman dan legal. Hindari bahan mudah terbakar yang dapat meledak atau menyebabkan api tak terkendali. Selalu pastikan lokasi aman, jauh dari pohon kering, dan sediakan alat pemadam.”

Sebagai alternatif yang lebih aman, para pakar dan pelaku kegiatan luar ruang merekomendasikan beberapa langkah praktik:

  • Persiapkan tinder dan kindling yang kering (daun kering, serat kayu halus, kain yang tidak tercampur bahan kimia).

  • Gunakan alat pemantik yang andal seperti korek angin atau batu api (ferro rod) dan bawa cadangan.

  • Pilih produk komersial pemantik yang memang dirancang untuk berkemah (fire starter) yang mudah digunakan dan dikemas aman.

  • Susun kayu secara piramida atau teepee agar udara mengalir, sehingga api lebih mudah menyala.

  • Patuhi peraturan setempat: cek larangan membuat api terbuka, dan selalu padamkan api hingga dingin sebelum meninggalkan lokasi.

Selain tips teknis, pesan keselamatan juga sangat ditekankan: jangan meninggalkan api tanpa pengawasan, sediakan air atau pasir untuk memadamkan, dan laporkan bila kondisi cuaca meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Dengan kombinasi persiapan yang matang dan praktik keselamatan, kegiatan memasak atau berkumpul di sekitar api unggun bisa dinikmati tanpa mengorbankan keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Semoga pengalaman yang dibagikan warga ini mendorong kesadaran dan kehati-hatian saat beraktivitas di alam bebas. Jika Anda ingin, saya bisa menulis versi berita yang lebih panjang (feature) atau menambahkan kutipan dari narasumber resmi (dinas kebakaran, penyelenggara wisata) — beri tahu saja pilihan Anda.