BANJAR, LingkarJabar – Kebakaran terjadi di Gardu Induk 150 KV Banjar yang berlokasi di Jalan Mayjen Lili Kusuma, Kota Banjar, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga setelah terlihat kepulan asap dari area gardu induk sebelum akhirnya muncul kobaran api.
Salah seorang warga sekitar, Jumiah, mengatakan dirinya pertama kali melihat asap yang keluar dari lokasi gardu induk. Saat itu, ia tidak menaruh curiga karena mengira asap tersebut berasal dari aktivitas pembakaran sampah.
“Saya lihatnya sekitar jam setengah tiga. Awalnya hanya ada asap, saya kira ada yang sedang bakar sampah,” ujar Jumiah saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.
Namun, tidak lama kemudian asap yang terlihat semakin tebal. Warga mulai menyadari ada sesuatu yang tidak biasa ketika kobaran api muncul dari area gardu induk.
“Lama-lama asapnya makin besar, lalu terlihat api keluar,” katanya.
Selain kobaran api, warga juga mengaku sempat mendengar suara ledakan dari lokasi kebakaran. Menurut Dunia, ledakan tersebut hanya terdengar satu kali dan tidak terlalu besar.
“Ada suara ledakan sekali. Suaranya seperti kaca pecah,” ungkapnya.
Meski sempat terjadi ledakan, suasana di lingkungan sekitar tetap relatif kondusif. Warga tidak menunjukkan kepanikan berlebihan dan memilih memantau perkembangan situasi dari jarak aman.
“Warga biasa saja, tidak panik. Tidak ada yang sampai berlarian atau takut berlebihan,” tambahnya.
Kebakaran yang terjadi di salah satu fasilitas kelistrikan tersebut segera menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar Jalan Mayjen Lili Kusuma. Sejumlah warga tampak berkumpul untuk menyaksikan proses penanganan yang dilakukan petugas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kebakaran, tingkat kerusakan fasilitas, maupun dampaknya terhadap pasokan listrik di wilayah Kota Banjar dan sekitarnya.
Pihak berwenang masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. Informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran serta kondisi gardu induk akan menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait.(Johan Wijaya)






