BANJAR , LingkarJabar – Penantian panjang selama hampir satu tahun akhirnya berakhir. Sutopo resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Banjar definitif dalam rapat paripurna yang digelar di Aula Singa Perbangsa DPRD Kota Banjar, Selasa (2/6/2026).
Pelantikan tersebut sekaligus mengakhiri masa jabatannya sebagai pimpinan sementara DPRD yang telah dijalankan sejak pembentukan alat kelengkapan dewan pasca-Pemilu 2024. Dengan status definitif, Sutopo kini memiliki kewenangan penuh untuk memimpin lembaga legislatif dan mengawal agenda-agenda strategis daerah.
Dalam keterangannya usai pelantikan, Sutopo mengungkapkan bahwa proses menuju penetapan pimpinan definitif membutuhkan waktu cukup lama karena harus melalui berbagai tahapan administrasi dan mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Kurang lebih satu tahun proses ini berjalan hingga akhirnya hari ini kami resmi dilantik sebagai Ketua DPRD definitif. Semua tahapan harus dilalui sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Meski memakan waktu cukup panjang, Sutopo menegaskan tidak ada hambatan khusus yang menyebabkan proses tersebut tertunda. Menurutnya, seluruh pihak hanya menunggu penyelesaian administrasi dan tahapan yang menjadi persyaratan pelantikan.
“Kalau kendala sebenarnya tidak ada. Kami hanya menunggu proses dan waktu saja sampai seluruh persyaratan terpenuhi,” katanya.
Setelah resmi menjabat, Sutopo memastikan fokus utamanya adalah memperkuat peran DPRD dalam mengawal pembangunan daerah dan mempererat sinergi dengan Pemerintah Kota Banjar. Ia menilai kolaborasi yang baik antara legislatif dan eksekutif menjadi faktor penting dalam mewujudkan program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Menurutnya, sejumlah agenda prioritas daerah akan menjadi perhatian DPRD dalam waktu dekat, baik yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, maupun program-program pemberdayaan masyarakat.
“Kami akan bekerja sama dengan Wali Kota Banjar untuk menjalankan program-program prioritas pemerintah daerah. DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran agar program yang direncanakan dapat berjalan optimal,” tuturnya.
Pelantikan pimpinan definitif DPRD Kota Banjar juga diharapkan dapat memperkuat stabilitas kelembagaan di lingkungan legislatif. Dengan struktur pimpinan yang telah lengkap, DPRD dinilai akan lebih leluasa dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara maksimal.
Sutopo berharap momentum pelantikan tersebut menjadi awal penguatan kerja sama antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Kota Banjar. Ia menegaskan bahwa kepentingan masyarakat akan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil lembaga legislatif.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana DPRD dan pemerintah daerah bisa bekerja bersama untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kota Banjar,” pungkasnya.(Johan Wijaya)






