BANJAR, LingkarJabar — Forum Aliansi Kedaulatan Rakyat (FAKAR), salah satu lembaga anggota Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Barat, menyoroti masih rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait kebersihan sungai. Fakta di lapangan menunjukkan, sekitar 65 persen masyarakat yang tinggal di bantaran sungai masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Dewan Pendiri FAKAR, Yudi menyebut rendahnya kualitas SDM dalam menjaga kebersihan sungai harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata dari Pemerintah Kota melalui dinas terkait. Menurutnya, keterbatasan fasilitas, akses, serta minimnya wawasan masyarakat menjadi kendala utama, di samping faktor rendahnya kesadaran individu.
“Untuk membangun kesadaran, perlu adanya kolaborasi antara Pemkot melalui dinas terkait dengan lembaga lingkungan hidup. Selama ini keberpihakan pemerintah terkesan kurang, bahkan cenderung tidak merangkul para aktivis yang bergerak dalam kepedulian lingkungan,” tegas Yudi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FAKAR, Boni menilai pemerintah belum menunjukkan keseriusan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Minimnya program pembinaan SDM masyarakat membuat upaya menjaga sungai sulit berjalan.
“Diskusi publik soal kebersihan sungai bisa menjadi langkah awal. Ironisnya, Pemkot justru berencana menjadikan sungai sebagai destinasi wisata, padahal kondisi sungai saat ini jauh dari kata layak,” ungkapnya.
Enung Purba, Bendahara Umum FAKAR, menambahkan bahwa sungai memiliki peran vital bagi kehidupan.“Sungai adalah urat nadi kehidupan, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah jantungnya. Kesehatan sebuah kota berbanding lurus dengan kesehatan sungainya. Sungai bukan hanya jalur air, melainkan sebuah sistem ekologi kompleks yang terintegrasi dengan daratan di sekitarnya,” ujarnya.
FAKAR menegaskan, tanpa adanya keseriusan pemerintah dalam merangkul semua pihak, terutama aktivis lingkungan, sulit untuk mewujudkan sungai yang bersih dan sehat, apalagi jika ingin dijadikan destinasi wisata andalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari dinas terkait mengenai minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. (Johan Wijaya)






