BANJAR, LingkarJabar – Suasana berbeda tampak di halaman Kantor DPRD Kota Banjar, Jawa Barat pada Minggu 31 Agustus 2025 pagi. Sisa-sisa kerusakan akibat aksi perusakan sehari sebelumnya masih terlihat, namun semangat kebersamaan jauh lebih kuat terasa.
Forkopimda Kota Banjar, TNI-Polri, bersama elemen masyarakat bahu-membahu membersihkan puing-puing yang berserakan. Tak ada sekat antara pejabat, aparat, dan masyarakat. Semua menyatu dalam satu barisan, satu tujuan: memulihkan wajah gedung rakyat yang sempat ternodai.
Apel kesiapan dipimpin langsung Wali Kota Banjar, Sudarsono. Di antara peserta hadir Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahadi, para pejabat pemerintahan, organisasi masyarakat seperti Brigez, FKPPI, Banser, hingga warga sekitar. Sekitar 70 orang turun tangan dengan penuh semangat.
Lebih dari sekadar kerja bakti, korve ini adalah simbol persatuan. Bahwa setiap luka yang ditimbulkan oleh segelintir oknum dapat disembuhkan dengan kebersamaan. Bahwa setiap ancaman terhadap ketenteraman bisa dijawab dengan sinergi dan kepedulian.
“Dengan kebersamaan, kami ingin menunjukkan bahwa Kota Banjar adalah kota yang aman, damai, dan selalu siap bangkit dari setiap situasi,” ujar Tyas Puji Rahadi.
Hari ini, lebih dari sekadar membersihkan reruntuhan, warga Banjar bersama aparat membangun harapan baru. Sebuah pesan kuat lahir dari halaman DPRD Kota Banjar: keamanan dan kedamaian bukan sekadar tugas aparat, melainkan tanggung jawab.(Johan Wijaya)






