BANJAR, LingkarJabar — Perusahaan pengolahan kayu, PT Quan Yu, menggelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Rabu 23 Juli 2025. Sosialisasi ini bertujuan membangun komunikasi terbuka dan transparansi antara perusahaan dengan warga sekitar terkait aktivitas operasional yang tengah dijalankan.
Dalam forum tersebut, PT Quan Yu menyampaikan komitmennya untuk memberdayakan masyarakat lokal, termasuk dalam hal perekrutan tenaga kerja yang mengutamakan putra daerah. Hal ini dinilai telah memberikan dampak positif, seperti menurunnya angka pengangguran dan meningkatnya kesejahteraan warga Desa Mekarharja.
Namun di sisi lain, pihak perusahaan juga menyampaikan sejumlah kendala yang mereka hadapi, terutama terkait proses perizinan yang dinilai masih rumit dan lamban.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan masyarakat maupun pemerintah. Tapi kenyataannya, proses perizinan di Kota Banjar masih sangat menyulitkan dan memakan waktu,” ujar Gintara Ginting, Koordinator PT Quan Yu.
Gintara juga menyoroti ketidaksinkronan antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah, yang dinilai kerap menghambat langkah perusahaan, terutama bagi investor asing.
“Sebagai pemodal asing, kami mengikuti regulasi dari pusat yang memperbolehkan adanya pergerakan awal sebelum izin lengkap. Tapi di daerah, aktivitas seperti itu belum diperbolehkan sebelum semua izin keluar. Ini menjadi dilema yang cukup menyulitkan,” tambahnya dengan nada kecewa.
Meski demikian, Gintara menyampaikan bahwa saat ini PT Quan Yu tengah menjalankan tahap uji coba (trial) dan telah mempekerjakan 80 tenaga kerja lokal. Apabila seluruh perizinan telah rampung, perusahaan menargetkan mampu menyerap hingga 500 tenaga kerja.
“Untuk saat ini masih dalam tahap trial. Kita baru menyerap sekitar 80 pekerja. Target ke depannya sekitar 500 orang,” jelas Ginting.
Kehadiran PT Quan Yu juga diharapkan mampu menggairahkan roda perekonomian di Desa Mekarharja. Aktivitas operasional perusahaan dinilai mendorong pertumbuhan usaha lokal, mulai dari warung makan, transportasi, hingga penyedia bahan baku penunjang industri.
Warga sendiri menyambut positif kegiatan sosialisasi ini dan berharap kehadiran perusahaan benar-benar mampu membawa perubahan signifikan bagi kemajuan ekonomi di wilayah mereka. (Joe)






