Berita  

Warga Banjar Jadi Korban Penganiayaan Brutal Genk Motor, Polisi Janji Tindak Tegas

Susan (27), istri korban menunjukan surat pelaporan di Polsek Pataruman terkait suaminya yang menjadi korban kekerasan Genk Motor. Foto: Joe/LJ

BANJAR. LingkarJabar Aksi kekerasan oleh kelompok genk motor kembali mencoreng ketenteraman Kota Banjar. Seorang tukang cukur bernama Jajang (28) menjadi korban penganiayaan brutal yang menyebabkan dirinya mengalami luka serius, termasuk patah tangan dan sejumlah luka akibat senjata tajam. Korban kini tengah menjalani perawatan lanjutan pasca sempat dirawat intensif di RSUD Kota Banjar, Jawa Barat.

Kapolsek Pataruman, AKP Hadi Winarso, mengonfirmasi adanya laporan terkait insiden tersebut. Menurutnya, penganiayaan terjadi pada Minggu (22/6/2025) sekitar pukul 02.30 WIB, saat korban berada di kios pangkas rambut miliknya di Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman.

“Korban didatangi sekelompok orang yang langsung melakukan penganiayaan. Akibat kejadian itu, korban mengalami patah pada lengan dan jari tangannya,” jelasnya.

Pihak kepolisian bergerak cepat dengan membawa korban ke rumah sakit dan langsung melakukan penyelidikan. Polisi juga telah mengantongi identitas para pelaku yang diduga merupakan bagian dari kelompok genk motor yang kerap meresahkan masyarakat.

“Kami akan bertindak tegas. Tidak ada yang kebal hukum, apalagi terhadap pelaku kekerasan yang mengganggu ketertiban umum,” tegas Kapolsek.

Dari keterangan yang dihimpun, penyerangan terhadap korban dilakukan dua kali. Menurut Susan (27), istri korban, Jajang semula pulang dari memancing dan sempat mampir ke kios pangkas rambutnya. Tiba-tiba sekelompok pemuda bermotor datang dan menyerang.

“Awalnya mereka melemparkan botol bekas minuman keras ke arah kios. Suami saya bahkan sempat ditabrak dua kali dengan motor, lalu disabet golok dan dipukul hingga mengalami luka sobek di kening, patah tangan, serta luka di kaki,” ungkap Susan.

Penyerangan kedua terjadi di dekat rumah makan Padang tak jauh dari lokasi pertama. Para pelaku disebut membawa senjata tajam dan bertindak brutal.

Masyarakat sekitar menyampaikan keresahan atas maraknya aksi genk motor yang semakin merajalela. Mereka mendesak aparat penegak hukum segera menindak tegas pelaku kekerasan dan mengembalikan rasa aman di lingkungan mereka.

Kapolsek Hadi juga mengimbau warga untuk segera melapor jika melihat atau mengalami kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). “Silakan gunakan layanan bebas pulsa 110 untuk melapor bila terjadi situasi darurat,” tutupnya. (Joe)