BANJAR. LingkarJabar – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Banjar kembali menggelar sosialisasi program minimalisasi piutang bagi pelanggan nonaktif. Kegiatan kali ini berlangsung di Aula Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Senin 2 Juni 2025.
Program pemutihan tunggakan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Kecamatan Banjar. Tujuan utama program adalah memberikan kemudahan bagi pelanggan yang memiliki tunggakan tagihan air untuk kembali menjadi pelanggan aktif, dengan mekanisme pembayaran yang lebih ringan.
“Melalui program ini, kami berharap pelanggan dapat kembali terhubung dan membayar tagihan secara teratur,” ujar Kepala Bagian Umum PDAM Kota Banjar, Tato Hendarto.
Ia menambahkan, program ini juga merupakan langkah strategis untuk memperbaiki arus kas (cashflow) perusahaan yang menjadi indikator penting dalam penilaian kinerja keuangan.
Menurutnya, program ini ditujukan bagi 3.500 pelanggan nonaktif di wilayah Kota Banjar dan 851 pelanggan di Kecamatan Banjar. Data terakhir pada Maret 2025 mencatat, terdapat 2.337 sambungan rumah (SR) nonaktif dengan piutang menunggak di empat kecamatan, termasuk 690 SR di Kecamatan Pataruman.
“Akumulasi piutang pelanggan nonaktif selama ini cukup membebani operasional perusahaan. Karena PDAM Tirta Anom Kota Banjar merupakan perusahaan umum yang pendanaannya sangat bergantung pada kelancaran pembayaran dari pelanggan,” jelasnya.
Sebagai solusi, PDAM meluncurkan program minimalisasi saldo piutang nonaktif yang ditargetkan mampu menyerap hingga 40 persen dari total piutang sejak 2017 hingga Maret 2025. Program ini berlaku hingga 20 Juni 2025 dan disosialisasikan secara berkala dengan melibatkan unsur pemerintah daerah.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini. Sosialisasi akan terus kami lakukan agar informasi ini menjangkau seluruh pelanggan nonaktif,” pungkas Tato. (Joe)






