CIREBON. LingkarJabar – Musibah tanah longsor melanda kawasan penambangan Galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat 30 Mei 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Kejadian tragis ini menyebabkan empat orang meninggal dunia, lima lainnya luka-luka, serta menghancurkan sejumlah alat berat dan kendaraan operasional di lokasi tambang.
Menurut laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Jawa Barat, longsor dipicu oleh lemahnya struktur tanah akibat aktivitas penggalian di area Gunung Kuda. Tanah longsor dengan volume besar tiba-tiba menghantam area operasi penambangan tanpa tanda-tanda awal, sehingga banyak pekerja tidak sempat menyelamatkan diri.
BPBD Kabupaten Cirebon mencatat, sedikitnya tiga unit alat berat jenis excavator tertimbun longsor, sementara enam truk mengalami kerusakan berat atau hilang di bawah timbunan material.
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Cirebon, Inafis Polresta Cirebon, Polsek dan Koramil Dukupuntang, Puskesmas, serta unsur pemerintah dan warga sekitar langsung dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi.
Proses evakuasi berjalan penuh tantangan karena kondisi medan yang berat dan risiko longsor susulan yang masih tinggi. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih bekerja keras untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal dan situasi bisa terkendali sepenuhnya.
BPBD Provinsi Jawa Barat telah melakukan koordinasi cepat dengan pemerintah daerah untuk menilai risiko lanjutan dan penyebab utama kejadian. Investigasi juga akan difokuskan pada izin serta pengawasan aktivitas penambangan Galian C di wilayah Gunung Kuda.
Masyarakat diimbau agar tidak mendekati lokasi bencana demi keselamatan dan menghindari risiko longsor lanjutan. Kepala Pelaksana BPBD Jabar menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses penanganan bencana ini dan memastikan seluruh korban mendapatkan haknya sesuai prosedur penanggulangan bencana.
Berikut identitas empat korban jiwa dalam tragedi ini:
-
Andri (41) – Warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan
-
Sukadi (48) – Warga Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon
-
Sanuri (47) – Warga Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon
-
Sukendra (51) – Warga Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon
Sementara itu, lima pekerja lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Hurip, Kabupaten Cirebon. Tim medis dan pihak berwenang masih mendata identitas lengkap para korban luka. (**)
Sumber: tintahijau.com






