Indeks

Wujudkan Cita-Cita Alm. Arya Saputra, Iwan Setiawan Resmikan Rumah Baru Orang Tua Almarhum

  • Bagikan
SUKARAJA,LJ – Plt. BupatI Bogor Iwan Setiawan resmikan
rumah alm. Arya Saputra siswa SMK yang menjadi korban pembacokan orang tak dikenal. Peresmian rumah Arya yang berlokasi di wilayah Kecamatan Sukaraja adalah salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mewujudkan cita-cita alm. Arya Saputra.
Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyatakan rasa syukur dalam kurun waktu sekitar dua bulan Pemkab Bogor berhasil membangun rumah alm. Arya Saputra. Walaupun ini sifatnya spontan dan tidak dianggarkan dalam DPA, tapi kolaborasi antara Pemkab Bogor dalam hal ini DPKPP dan para pengusaha untuk bersama-sama mewujudkan mimpi alm. Arya Saputra membangun rumah almarhum.
“Hari ini Alhamdulillah kurang lebih 2 bulan dari kami Pemda, takziah ke almarhum saudara kalian, selain itu kami mendengar cerita dan keinginan harapan alm. Arya Saputra ingin memperbaiki rumah ortunya. Alhamdulillah bisa terwujud bangunan yang kalau dibandingkan dengan bangunan sebelumnya kini lebih representatif,” tutur Iwan Setiawan.
Ia berharap peresmian rumah alm. Arya Saputra bisa menghibur kedua orang tua almarhum serta bisa mewujudkan cita-cita almarhum yaitu membangun rumah orang tuanya.
“Mudah-mudahan orang tua almarhum senang dengan tempat tinggal barunya,” harapnya.
Lanjut Iwan Setiawan menegaskan, kepada seluruh pelajar di Kabupaten Bogor melarang keras melakukan tawuran dan mudah terprovokasi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Guna meminimalisir terjadinya kegiatan serupa yang menimpa alm. Arya Saputra.
Serta mengajak para guru, seluruh camat dan Satpol PP untuk senantiasa melakukan pengawasan terhadap kegiatan para pelajar. Serta menindak tegas terhadap indikasi adanya penjual obat-obat terlarang maupun minuman keras.
“Saya minta kepada seluruh camat, Satpol PP untuk merazia penjual obat yang bisa mempengaruhi terjadinya tawuran. Karena rata-rata obat dan miras ini jadi sumber dari segala sumber kemaksiatan termasuk tawuran. Obat-obat terlarang ini yang bisa membangkitkan emosi siswa yang tadinya tidak berani jadi berani,” tegasnya. (red)
Editor : Ferdi
  • Bagikan
Exit mobile version