Miris!!! Pekerja Mega Proyek Gadobangkong Sukabumi Diduga Abaikan APD

  • Bagikan

 

Sukabumi, Lingkar Jabar – Adanya Proyek Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Perumahan Dan Permukiman, No SPK :602.2/14/SP/AA GDBKNG KB.SMI/Waskim/2023,Tanggal SPK 21 Agustus 2023 Pekerjaan Penataan Alun-alun Gadobangkong lokasi kabupaten Sukabumi, Nilai Kontrak Rp.15.679.756.800,-sumber dana APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2023, waktu pelaksanaan 126 hari kalender Pelaksana PT.Lingkar Persada KSO CV.Adhi Makmur.

“iya itu pengusaha tidak menyediakan APD, apa tau gimna, Apa belum apa gimananya saya gak tau, kemaren juga udah di sampaikan ke pangusaha, kan APD hatus ada, apalagi proyek besar gini harus safety.” Ucap Satpam Proyek.

Boleh ketawa boleh tidak pasalnya para pekerja yang bekerja di Mega Proyek tersebut tanpa mengenakan APD(Alat Pelindung Diri),mari kita bahas agar pemborong tau, Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, 2010). APD sangat penting mengingat tingginya risiko kecelakaan di bidang konstruksi. Berdasarkan artikel Pengendalian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, angka kecelakaan kerja masih perlu menjadi perhatian besar bagi pemerintah dan perusahan jasa konstruksi. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, terdapat 110.285 kasus kecelakaan pada tahun 2015, 105.182 kasus kecelakaan pada tahun 2016, dan 80.392 kasus kecelakaan pada tahun 2017. Alat Pelindung Diri (APD) menjadi bentuk pengendalian risiko terakhir berdasarkan hirarki pengendalian risiko. Setiap perusahaan dalam bidang konstruksi, wajib menyediakan APD bagi pekerja/buruh di tempat kerja.

Baca Juga :  Karena Berteriak, Gadis ini Selamat dirudapksa Pria yang Baru dikenalnya

APD harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar yang berlaku dan harus dipakai oleh pekerja pada semua pekerjaan sesuai dengan jenis pekerjaannya. Dasar hukum yang mengatur tentang pemakaian APD secara umum dicantumkan pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri. Untuk peraturan APD secara spesifik pada bidang konstruksi dicantumkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

Dari pantauan para awak media pada Sabtu tanggal 14 Oktober 2023 membuktikan kelokasi Mega Proyek Gadobangkong tersebut sangat jelas para pekerja semua tanpa APD beralaskan sandal cepit bekerja di area Proyek Gadobangkong berlokasi tepat depan Kantor Polsek Palabuhanratu,para pekerja tanpa APD apa ini hebat ataukah ada dugaan pelaksana proyek Gadobangkong tidak membelanjakan anggaran APD nya,lebih mirisnya lagi saat diwawancarai awak media salah satu pekerja tidak memiliki kartu BPJS ketenagakerjaan,miris ya kalau terjadi kecelakaan kerja mereka mungkin ha nya pasrah inilah ulang pelaksana yang memaksakan diri pada Mega Proyek Gadobangkong,Bahaya sungguh bahaya tanpa perlengkapan Safety juga tanpa BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Ketua dan Keluarga Besar PAC PPP Cijeruk Berikan Ucapan Selamat Kepada Ade Yasin Terpilih Kembali Menjadi Ketua DPW PPP JABAR periode 2021-2026

Adanya hal tersebut salah satu Aktivis Sukabumi, Ucok Mengatakan, Sangat disayangkan, Hal tersebut menciptakan keprihatinan akan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sebenarnya merupakan persyaratan esensial dalam proyek-proyek semacam ini. Pasal 86 ayat 1 dan 2 serta Pasal 87 ayat 1 dari UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003 telah menegaskan pentingnya implementasi K3 dalam lingkup pekerjaan, dan menjadi perhatian utama bagi perusahaan yang terlibat.” Ungkap Ucok

“dan saya pun menduga bahwa pengusaha tersebut tidak punya cukup modal untuk mega peroyek sebesar ini, Pasalnya pekerjaan seolah jalan ditempat tidak sesuai dengan bobot pekerjaan, yang seharusnya sekarang sudah mencapai 50%.” Pungkasnya.

  • Bagikan