Kasus Keracunan Massal Belasan Pelajar SD di Sukabumi, Dinkes Kirim Sample Makanan ke BPOM

  • Bagikan

 

SUKABUMI. LINGKAR JABAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi telah mengambil sample jajanan makanan ringan yang diduga menjadi penyebab 16 pelajar SDN Cidadap I alami keracunan.

Sample berupa makanan ringan jenis stik pedas latiao sudah dikirim ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat, untuk diperiksa.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan stik pedas latiao tersebut sebagai penyebab keracunan atau bukan.

“Kita menunggu hasil pemeriksaan makanan jajanan tersebut dari BPOM dan Labkesda Provinsi Jawa Barat. Lalu Dinkes Kabupaten Sukabumi akan memastikan dampak keracunan tertangani 100 persen,” ujar Agus, Rabu (15/5/2024).

Baca Juga :  Polsek Citamiang Himbau Seluruh Masyarakat yang Melakukan Transaksi di Mesin ATM Agar Senantiasa Waspada Terhadap Aksi Kejahatan

Selain itu, lanjut Agus, pihaknya akan memantau para korban selama 1 pekan dan memastikan semuanya membaik kesehatannya. Langkah lain yang ditempuh, yakni dengan melakukan pengawasan terhadap jajanan stik pedas latiao tersebut.

“Dinkes setelah ada hasil kesimpulan dari pemeriksaan sampel makanan jajanan dari pihak BPOM, akan memberikan info tersebut ke sekolah, apakah makanan tersebut layak dimakan atau tidak,” ujar Agus.

Kadinkes juga menghimbau agar Dinas Pendidikan melalui para Kepala Sekolah untuk melakukan pengawasan, edukasi terkait makanan jajanan kepada para murid, juga meningkatkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di lingkungan sekolah.

“Pihak sekolah agar mampu mengawasi setiap jajanan makanan anak sekolah yang beredar di lingkungan area sekolah dan menghimbau para guru agar lebih ditingkatkan edukasi kepada para muridnya tentang jajanan makanan yang sehat,” ujar Agus.

Baca Juga :  Pospera Cigombong Selalu Gercep Dampingi Pasien Tidak Mampu

Agus juga menambahkan, pihak sekolah mempersiapkan para guru UKS dalam menangani dampak masalah-masalah kesehatan murid, terutama pada kasus keracunan makanan, penularan penyakit infeksi dan masalah lainnya.

Red: Wahidin

  • Bagikan