Jalan Provinsi Rusak, Warga Pelesetkan Jabar Juara Jadi Jabar Nalangsa

  • Bagikan

SUKABUMI, LJ — Merasa aspirasinya soal jalan rusak tak didengar, warga kampung Cilangkap, Desa Cikembar, Kabupaten Sukabumi kembali menyuarakan aspirasinya dan menagih janji Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum yang beberapa waktu lalu menjanjikan kepada warga akan berusaha untuk mendengar aspirasi warga Cikembar dalam kunjungannya.

Warga yang melakukan aksi demo tersebut, damai dengan berjejer di pinggir jalan sepanjang 300 meter sambil membentangkan aneka spanduk dan banner bertuliskan pesan yang sama.

Dalam orasi yang bertulis “JABAR SANGSARA, JABAR NALANGSA, Jalan Rusak Dimana-mana, Gubernurnya Tutup Mata, Teu Hayang Deui Milih RK (Ridwan Kamil), Kapok Milih RK, Gubernur yang Manis di Medsos Tapi Pahit di Rakyat”.

Meskipun demikian, dalam aksi yang berlangsung tertib tersebut, turut mengundang perhatian para pengendara mobil itu diikuti oleh sekitar 100 warga yang terdiri dari kalangan Ibu-ibu, Pemuda dan Mahasiswa saling berorasi untuk menuntut janji yang sudah di ucapkan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga :  Sebanyak dua Pertiga Kekuatan Personil Polsek Cikole laksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD)

Selain berbaris rapih memanjang dengan aneka spanduk yang berisi pesan-pesan kritik, sebagian para Ibu-ibu juga ada yang membawa peralatan dapur seperti panci, piring dan ember.

Menurut informasi yang berhasil diperoleh, sebelumnya aksi serupa juga pernah dilakukan warga Cikembar pada Desember tahun lalu 2022. Mereka sempat terhibur dan mengaku senang karena Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum langsung merespon seminggu kemudian dengan mendatangi lokasi jalan rusak dan berjanji akan memperbaikinya segera. Namun, hingga April 2023, jalan provinsi di kampung Cilangkap itu justru semakin parah.

Ita Nuraeni sebagai warga Kampung Cilangkap, mengaku kesal karena apa yang dijanjikan wagub itu tak kunjung terwujud.

“Kenapa sih pemimpin kita ini mudah banget berjanji, tanpa merasa malu jika tak bisa memenuhi janjinya. Kalau memang tak ada dananya buat perbaikan jalan itu, harusnya tinggal bicara aja kepada rakyat, biar kami semua tahu,” lirih Ita saat di wawancarai oleh awak media, Selasa (25/4/2023).

Baca Juga :  Bangun Silaturahmi Dengan Polres Bogor, Begini Kata Kepala Sentral FIF Group Bogor Dan Pemilik Dealer

Selain itu Ita juga memaparkan, rakyat itu sebenarnya bisa paham dan mengerti jika diajak bicara tentang kondisi yang sebenarnya. Termasuk, soal jalan rusak di wilayah Cikembar. Masalahnya rakyat tak punya infromasi yang utuh, apakah benar karena dananya tak ada? Atau karena adanya korupsi?

“ Kalau mau jujur, kami ini sebenarnya sudah cukup sabar menunggu lebih dari 5 tahun soal jalan rusak ini. Tapi, baru sekarang kami turun aksi karena efek jalan rusak itu sudah sangat parah. Selain terganggungnya lalulintas, juga berpengaruh buruk pada kesehatan warga akibat debu tebal saat tak ada hujan,” paparnya.

Selain itu, hal senada juga disampaikan Irwan Sudarwan selaku kordinator aksi, ia mengatakan dalam orasinya, dengan menyindir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hanya manis di Medsos, tapi faktanya pahit di rakyat.

” Katanya Jabar Juara, faktanya Jabar Sangsara dan Nelangsa. Manis aja di Medsos, tapi pahit di rakyat. Buktinya, keluhan jalan rusak sudah lebih dari 5 tahun aja masih belum direspon,” imbuh Irwan.

Baca Juga :  Dialogis Dengan Linmas Bhabinkamtibmas Polsek Cisaat Sampaikan Himbauan Kamtibmas

Disamping itu Irwan juga menyinggung soal peran perusahaan besar seperti SCG dan GSI yang mobil-mobil besarnya melewati jalan Cilangkap-Cikembar- Cikembang setiap hari. Ia meminta perusahaan besar tersebut, khususnya SCG harus ikut bertanggungjawab atas kerusakan jalan tersebut jangan hanya menikmati saja.

” Setiap perusahaan itu kan ada CSR nya. Mana tuh, Kalau memang mereka sudah memberikan CSR itu kepada pemerintah daerah, silakah sampaikan kepada rakyat. Jangan sampai ada celah uang CSR dikorupsi,” tandasnya.

Meski begitu, Irwan meminta kepada pemerintah provinsi Jawa Barat yang dipimpin Ridwan Kamil tidak mengandalkan perbaikan jalan hanya kepada CSR perusahaan.

” Pemprov sendiri kan punya anggarannya untuk pembangunan jalan. Tinggal, kalau memang dananya tak ada, silahkan sampaikan kepada rakyat. Betul ga dananya tak ada. Jangan biarkan rakyat menuduh pemimpinnya korupsi,” pungkasnya.

  • Bagikan