Ayep Zaki Berbagi Kisah Sukses Industri Tempe Tanah Air di Forum ASEAN

  • Bagikan

LINGKAR JABAR – Anggota Bidang Pertanian, Peternakan, dan Kemandirian Desa DPP NasDem, H. Ayep Zaki yang juga pendiri Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) membagikan kisah inspiratif tentang bagaimana meraih kesuksesan membangun industri tempe di pasar internasional.

Pada kesempatan itu kehadiran Ayep Zaki yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sukabumi itu diwakili Ketua Umum FKDB, Cucup Ruhiyat dan Ketua Departemen Ekonomi FKDB, Ambar Barokah Hikmatullah.

Para delegasi FKDB berkesempatan hadir sebagai pembicara dalam ajang Asia Soy Excellence & Food Summit 2024 (ASEFS 2024) yang dilangsungkan di Avani+ Riverside Bangkok Hotel, Bangkok, Thailand, Rabu-Kamis (20-22/3).

ASEFS 2024 merupakan salah satu forum terkemuka di Asia dalam industri kedelai dan pangan yang diadakan setiap tahun untuk membahas mengenai tren terbaru, inovasi, dan tantangan dalam industri kedelai. Kehadiran FKDB sebagai pembicara di acara ASEFS 2024 menandai pengakuan atas prestasi FKDB dalam mengembangkan usaha tempe di Indonesia hingga tembus pasar global.

Baca Juga :  Jumat Curhat, Sarana Masyarakat Sampaikan Keluhan ke Polsek Cisaat

Di hadapan ratusan peserta, Ambar Barokah Hikmatullah mengatakan bahwa perjalanan panjang dalam membangun industri tempe sejak tahun 2005 hingga mencapai kesuksesan saat ini diantaranya adalah berkat kerja keras H. Ayep Zaki.

“Beliaulah (Ayep Zaki) yang memulai langkah pertama dalam pengembangan unit usaha tempe kami, yang pada akhirnya berhasil meraih pencapaian ekspor yang membanggakan melalui PT. Azaki Food Internasional membawa Tempe Azaki menembus pasar global dengan ekspornya ke Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hongkong dan Amerika Serikat,” papar dia.

Selain itu, FKDB memaparkan langkah-langkah strategis yang telah diterapkan untuk mencapai kesuksesan dalam industri kedelai mulai dari peningkatan kualitas produk, ekspansi jaringan distribusi, hingga berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diantaranya pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat agar tercipta ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kedelai yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum FKDB, Cucup Ruhiyat menambahkan torehan prestasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa kerja keras dan dedikasi FKDB di bawah asuhan Ayep Zaki serta dukungan dari semua pihak, telah membuahkan hasil yang membanggakan dalam pengembangan industri tempe Indonesia.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Ciwaru Curug Sodong Terlaksana, TAOPIK GUNTUR Apresiasi Pemkab Sukabumi

“Kami berterima kasih kepada U.S. Soybean Export Council (USSEC) karena telah memberi kami kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kami tentang industri tempe, serta untuk belajar dari praktisi dan ahli lainnya di ASEFS 2024,” tambah Cucup.

Partisipasi FKDB di ASEFS 2024 tidak hanya membawa pengakuan internasional bagi prestasi FKDB, tetapi juga memberikan inspirasi dan wawasan bagi para pemangku kepentingan dalam industri kedelai di seluruh dunia.

Dengan membagikan kisah sukses dalam industri tempe, FKDB membuktikan bahwa dengan visi yang kuat, komitmen terhadap inovasi, dan kerja keras yang konsisten, mimpi untuk mencapai kesuksesan dalam industri kedelai bukanlah hal yang tidak mungkin.

“Dan tentu saja, FKDB dengan bangga meneruskan warisan dan semangat yang telah ditanamkan pak Ayep Zaki, menjadikannya sebagai pendorong utama bagi keberlanjutan industri ini,” tegas Cucup.

Baca Juga :  Dialogis di Pangkalan  Ojek,Personil Unit Samapta Polsek Ciaaat  Sampaikan Pesan Kamtibmas

Gelaran ASEFS 2024 dibuka langsung Kelly Stange, Agricultural Counselor for Thailand, Myanmar and Laos, Foreign Agriculture Services, U.S. Department of Agriculture, Thailand dan Jim Sutter, Chief Executive Officer, U.S. Soybean Export Council, and Past Chairman, U.S. Agricultural Export Development Council, USA.

Gelaran ini juga menghadirkan beberapa pembicara lain dari berbagai instansi, diantaranya USSEC Singapore, USSEC USA, Specialty Soya and Grains Alliance (SSGA), Tetra Pak S.E. Asia Singapore, U.S. Soybean and Soy Product Suppliers, Organisasi petani kedelai Amerika (United Soybean Board USA), Indofood-Indonesia, IPB University Indonesia, Angie’s Tempeh Singapore, dan institusi pendidikan di bidang teknologi pangan dan gizi serta para pakar peneliti, pengembangan, dan inovasi di bidang nutrisi dan pangan lainnya.

  • Bagikan